|
Indikator
|
Islam
|
Sosialisme
|
|
Kepemimpinan
|
Alloh adalah
pemilik mutlak, sedangkan manusia memiliki keterbatasan
|
Kepemilikan mutlak
oleh manusia
|
|
Hak Pemanfaatan
|
Sesuai dengan
ketentuan Alloh yang telah ditetapkan
|
Manusia memiliki
kebebasan dalam memanfaatkan
|
|
Kepemilikan
|
Diatur oleh agama
|
Hak kepemilikan
individu dijunjung tinggi
|
|
Distribusi
Kepemilikan
|
Diatur oleh pasar,
pemerintah dan Al-Qur’an
|
Menganut sistem
pasar yang berlaku
|
|
Tanggung Jawab
|
Pertanggung jawaban
didunia dan akhirat
|
Pertanggung jawaban
kondisi ekonomi sesuai keadaan atau yang diusahakan
|
Go Beyond Reach the Stars
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Tuesday, June 26, 2018
Perbandingan Konsep Kepemilikan Islam dengan Sosialisme
Posted on 11:32 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Friday, January 19, 2018
Syarat Barang yang Dizakati
Posted on 9:06 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Zakat
merupakan nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu
yang diwajibkan oleh Alloh untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak
menerima. Berdasarkan jenisnya, zakat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu zakat
mal (harta) dan zakat nafs (jiwa).
Barang
yang dikenakan zakat memiliki beberapa persyaratan, berikut ini merupakan
syarat dari barang yang wajib dizakati:
a.
Barang yang
telah dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah. Adapun barang tesebut
didapat dari usaha, bekerja, warisan atau pemberian secara sah yang memiliki
manfaat untuk dipergunakan dan disimpan.
b.
Harta yang
berkembang. sebagai contoh harta yang berkembang adalah harta perniagaan,
peternakan dan pertanian.
c.
Telah mencapai
nishab. Sebagai syarat harta itu wajib dizakati adalah telah mencapai nishab,
dimana nishab sendiri merupakan ukuran yang telah ditetapkan dalam suatu harta.
d.
Mencapai waktu
satu tahun. Zakat dikeluarkan dalam kurun waktu satu tahun dari harta yang
telah dimiliki. Perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan kurun waktu satu
tahun. Dalam harta pertanian, zakat dapat dilakukan berdasarkan waktu panen
atau periode panen.
Maka
sesuai dengan QS. Bayyinah: 5 yaitu “Tidaklah mereka itu diperintah, melainkan
supaya beribadah kepada Alloh, dengan ikhlas dan condong melakukan agama
karena-Nya, begitu juga supaya mengerjakan shalat dan membayarkan zakat dan
itulah agama yang lurus”. Setiap harta yang dimiliki dan memenuhi syarat
diatas, maka harta tersebut wajib untuk dibayarkan zakat.
Wednesday, January 17, 2018
Jenis Wakaf
Posted on 10:24 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Wakaf sudah dikenal sejak jaman Rasululloh dan pada masanya
merupakan penopang perekonomian negara.
Definisi dari wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya
untuk orang lain serta menggunakannya untuk kebaikan dan mendekatkan diri
kepada Alloh. Wakaf digunakan untuk pengembangan keilmuwan, pembangunan
fasilitas sosial dan perbaikan kondisi perekonomian masyarakat. Berdasarkan
harta, wakaf dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.
Wakaf benda tidak bergerak
a.
Tanah
b.
Bangunan
c.
Tanaman
2.
Wakaf benda bergerak
a.
Uang
b.
Logam mulia
c.
Kendaraan
d.
Hak kekayaan intelektual
e.
Hak sewa
Monday, June 27, 2016
Serakah: Tindakan yang Merusak
Posted on 9:41 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Salah satu pesan dari Rasulullah SAW yang patut kita
renungkan, dalam pesannya yang tegas beliau memperingatkan, “Ada tiga hal
yang merusak, dan ada tigal yang menyelamatkan. Tiga hal yang merusak adalah
keserakahan yang dipatuhi, nafsu yang dituruti, dan seseorang yang sombong (dan
bangga) pada dirinya sendiri. Adapun tiga hal yang menyelamatkan adalah takut
kepada Allah baik ketika dirinya sendiri maupun ditempat umum, tidak
berlebih-lebihan dalam kekayaan maupun kemiskinan dan keadilan dalam kemarahan
maupun kesenangan.” (HR. Al-Bazzar, Abu Nu’aym dan Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadis diatas, kita bisa memahami tiga
perkara yang merusak dan tiga perkara yang menyelamatkan. Dari enam perkara
yang ada (tiga perkara merusak dan tiga perkara menyelamatkan), saya akan fokus
membahas tentang salah satu perbuatan merusak, yaitu serakah.
Keserakahan yang dipatuhi merupakan satu dari tiga
poin yang merusak menurut pesan Sang Nabi Penutup. Keserakahan bisa berarti
rasa kurang puas terhadap apa yang didapatkan, dimiliki maupun keinginan yang
belum tercapai.
Keserakahan muncul karena kurangnya rasa syukur,
sedangkan rasa syukur dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu rasa syukur juga dapat diperoleh dengan melihat saudara, teman,
tetangga atau bangsa lain yang kehidupannya dibawah kita.
Adakalanya berbagai gambaran ditunjukan kepada
seseorang agar muncul rasa bersyukur, namun hasilnya selalu membuat orang
tersebut lebih serakah. Hal ini dikarenakan hati seseorang telah mati,
dibutakan dengan keserakahan yang dijalani.
Serakah bisa muncul dalam beberapa hal, diantaranya
serakah akan harta, kekuasaan, dan hal-hal lain yang bersifat keduniawian.
Segala kenikmatan keduniawian akan dirasa kurang walaupun sudah digengam dalam
tangan.
Keserakahan akan mendorong pelakunya berbuat apapun,
asalkan setiap keinginan maupun apa yang sudah diperoleh dirasakan masih
kurang. Berbuat apapun inilah yang terkadang menjadikan seseorang bertindak
diluar hukum maupun agama.
Terkadang serakah muncul karena seseorang telah
memiliki kekuasaan yang diperoleh. Dengan jabatan dan kekuasaan yang
diperolehnya, dirinya akan merasa mampu berbuat apa saja untuk mendapatkan
keinginan. Keserakahan muncul karena terpancing hawa nafsu yang tidak mampu
ditahan.
Banyaknya kasus korupsi di Indonesia muncul karena
keserakahan para pelakunya. Jabatan yang terhormat dan gaji yang tinggi
dirasakan masih belum memuaskan. Kesempatan dan peluang menggerakan seseorang
untuk mendapatkan “hal” lebih dari apa yang telah diperoleh, padahal apa yang
dia ambil bukan haknya.
Sebagai warga negara yang baik dan umat yang taat,
sudah semestinya menghindari sifat serakah. Hal ini perlu dilakukan demi
kebaikan bangsa yang berjalan semakin kearah kebobrokan moral, baik pejabat
maupun masyarakatnya.
Pribadi yang jujur dan berani bersyukur dengan keadaan
yang dimiliki, mutlak menjadi syarat agar terhindar dari keserakahan. Sesuai
dengan pesan Rasulullah SAW bahwa keserakahan akan menimbulkan kerusakan baik
bagi dirinya maupun orang lain. Selain itu juga akan membawa kerugian bagi
dirinya baik di dunia maupun akhirat.
Salah satu yang bisa menjadi tauladan bagi beberapa
pejabat maupun pemimpin dan tentunya diri kita, adalah Abu Bakar as Sidiq.
Seorang khalifah penerus Nabi Muhammad SAW yang hidup sederhana, dengan
kekuasaan yang dimiliki meliputi tanah Arab dan sekitarnya tidak menjadikan
beliau serakah.
“gaji” yang diperoleh dari Baitul Mal hanya cukup
untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan ketika dirinya meninggal, mewariskan
kepada putrinya untuk mengecek apakah ada kelebihan dari apa yang dimiliki
semasa menjadi khalifah tetapi bukan haknya.
Lantas apa yang dikembalikan ke Baitul Mal? Putri Abu
Bakar memberi tahukan bahwa yang dikembalikan adalah seekor unta yang digunakan
untuk mengambil air, mangkuk yang digunakan untuk menampung susu ternak dan
sehelai kain yang digunakan ketika ada kunjungan tamu.
Dimasa sekarang Abu Bakar bisa dicontohkan sebagai
kepala negara, apa yang beliau lakukan betul-betul memberi pelajaran terhadap
manusia di masa modern. Jabatan dan fasilitas yang ada tidak merubah beliau
untuk mendapatkan apa yang dulu dimilikinya berupa harta benda.
Demi keselamatan di dunia dan akhirat marilah
senantiasa kita menghindari tindakan serakah. Ingatlah pesan Rasulullah dalam
hadis yang lain, “Setiap tubuh yang tumbuh dengan perkara haram, neraka
lebih berhak untuknya.” (HR. Tabrani)
Tuesday, April 12, 2016
Amal Ibadah
Posted on 2:18 PM by Yvansmorphosa
| No comments
Manusia
hidup di dunia memiliki beberapa tujuan. Ada manusia yang mencari tujuan
kehidupan dunia, ada manusia yang mencari kehidupan akhirat dan ada manusia
yang menjadikan dunia serta akhirat menjadi tujuan hidupnya.
Jika
seorang manusia hidup di dunia menjadikan keduniaan menjadi tujuan hidupnya,
cukuplah ia mengejar segala kebutuhan dunia yang bersifat lahiriah. Pemenuhan
akan nafsu kekuasaan, jabatan, kekayaan serta kebutuhan lahiriah lain yang
mampu menggerakan setiap manusia melupakan dua ketentuan, yakni halal dan
haram.
Manusia
yang menjadikan dunia jalan hidupnya, berlomba-lomba mendapatkan kebutuhan
pribadi. Nafsu menggiring manusia dan melecutkan tenaga guna meraih keinginan
duniawi, tapi sungguh malang dan rugi bahwa ia telah lalai dengan tujuan
akhirat yang kekal nan abadi.
Allah berfirman:
"Dan
tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
(QS. Al-Ankabut: 64)
Ketika manusia yang
kedua menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, jelaslah bahwa dirinya
membutuhkan bekal yang mencukupi agar selamat di akhirat. Bekal yang diperlukan
sudahlah sangat jelas, yakni amal ibadah.
Seperti manusia
yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, bersemangat memenuhi kebutuhan
dunia tergerakan oleh nafsu. Begitu pula
manusia yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya di dunia, tentu harus
mencari bekal amal ibadah dengan bersemangat pula.
Rasulullah SAW bersabda:
“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam
riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua
orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
Sesuai dengan
petunjuk Rasulullah SAW yang kita ikuti tata cara hidupnya, telah dijelaskan
bahwa diantara banyak ladang amal ibadah yang bisa dilakukan, Beliau
memerintahkan umatnya untuk mengerjakan shalat tepat waktu, berbuat baik kepada
orang tua dan berjihad dijalan Allah.
a.
Shalat tepat waktu
Dari Abu
Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Seandainya
orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka
tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan
berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal
waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya
mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan
mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
Shalat tepat
waktu memiliki banyak keutamaan, salah satu contohnya dengan mengerjakan shalat
tepat waktu akan membuat pribadi yang disiplin. Kehidupan yang dijalani penuh
dengan tanggung jawab. Bukan perkara mudah membuat orang berperilaku disiplin,
namun dengan berlatih shalat tepat waktu akan mempengaruhi kehidupannya menjadi
disiplin.
b.
Berbuat baik
kepada orang tua
Allah SWT berfirman:
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu memperekutukan-Nya dengan sesuatu
apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan
membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridla Allah tergantung
kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang
tua” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)
Sungguh besar
jasa kedua orang yang berjuang demi membahagiakan anak. Segala perjuangan orang
tua tidak dapat diukur maupun dinilai, sehingga seorang anak wajib berbakti
kepada kedua orang tuanya.
Orang tua
bukan hanya kedua orang kandung kita dirumah, tapi guru, ustad, dosen maupun
pengajar lain yang memberikan ilmunya juga merupakan orang tua yang wajib
dihormati dan ditaati.
Rasulullah SAW bersabda : “Kelebihan orang alim (ulama) atas ahli
ibadah seperti kelebihanku atas orang yang paling rendah di antara kamu.
Kemudian Baginda besabda lagi : Sesungguhnya para malaikat dan penduduk langit
dan bumi hingga semut dalam lubangnya serta ikan bersalawat (berdoa) untuk
orang-orang yang mengajar kebaikan kepada manusia” (HR. Imam Tirmidzi).
c.
Berjihad dijalan Allah
Allah SWT
berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan
rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218)
Di Indonesia
sendiri berjihad sering diidentikan dengan terorisme, penafsiran tentang jihad
masih berbeda-beda. Berjihad sama dengan menegakkan agama Allah, tetapi bukan
berarti harus berbuat kerusakan.
Allah SWT
berfirman:
“Dan bila
dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’
Mereka menjawab: “Sessungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 11)
Amal ibadah
yang dikerjakan bukan hanya shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua dan
berjihad dijalan Allah. Masih banyak lagi cara mengerjakan amal ibadah yang
mendatangkan kemanfaatan baik kehidupan di dunia maupun akhirat, contohnya
puasa, tolong-menolong dalam kebaikan, sedekah dan lain sebagainya.
Thursday, December 31, 2015
Mencintai dan Mengikuti Rasul Saw
Posted on 9:09 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Panutan umat muslim agar selamat dunia
akhirat ialah mengikuti cara hidup Rasulullah Saw. Tindakan dan perilaku beliau
harus ditiru mengingat kita hidup didunia dianjurkan berpegang teguh pada
Al-quran dan Al-Hadist, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini.
“Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul agar
kalian dirahmati.” (QS. Ali ‘Imran: 132).
Berdasarkan ayat diatas sangat jelas bahwasannya
ketika manusia mengaku mencintai Allah, maka dirinya juga harus mencintai
Rasul. Cinta yang dimaksud bukan hanya diucapan semata, akan tetapi cinta dalam
bentuk sebenar-benarnya. Kesungguhan dan kebenaran cinta kepada Rasulullah Saw
dapat dilihat sebagaimana berikut ini.
1. Mempelajari dan menjalankan sunnahnya
Ada banyak sunnah nabi Muhammad Saw yang bisa kita
pelajari, namun agar terhindar dari kesalahan perlu kita memilih mana hadis
yang sangat sahih, sahih, lemah dan yang palsu. Beberapa hadis palsu sengaja
disebarkan agar umat nabi mengalami kesesatan, oleh sebab itu alangkah baiknya
ketika kita mempelajari hadis ada pembimbing yang mengajarkan dan menjelaskan.
2. Mengikuti ucapan dan tindakan
Ucapan Rasulullah Saw yang kita ikuti mampu menjaga
kita dari api neraka. Selain kehidupan akhirat, ucapan Rasulullah Saw yang kita
teladani bisa menjaga kehidupan kita didunia. Kehidupan didunia bisa terlihat
dari bagaimana kita menjaga silaturahmi, bertetangga ataupun menyampaikan
pendapat dalam suatu forum.
3. Mencintai Al-qur’an
Al-qur’an adalah wahyu yang diterima oleh Rasulullah
Saw yang datangnya dari Allah SWT. Kitab suci Al-quran merupakan warisan
terpenting bagi umat muslim diseluruh dunia. Segala tatacara, ilmu, informasi,
hukum dan lain-lain terdapat dalam Al-qur’an. Istimewanya, Al-qur’an tak pernah
lekang oleh jaman, baik masa dahulu, sekarang maupun masa mendatang, Alqur’an
tetap pas dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan kitab buatan manusia yang
bisa diamandemenkan berdasarkan kondisi sekarang.
4. Belas kasih kepada sesama umat Rasulullah
Saw
Hidup di dunia tidak akan mampu hidup sendiri, perlu
adanya teman, saudara, kelompok atau orang lain untuk berbagi. Kebersamaan
dalam bermasyarakat akan menjaga hubungan dengan sesama manusia, terlebih
dengan umat Nabi Muhammad Saw. Saling nasihat menasihati dan tolong menolong,
mampu menghindarkan umat dari kesalahan yang menjerumuskan dan mampu mengentas
kesedihan orang lain.
5. Menghindari dan menjauhi larangan
Rasulullah Saw
Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7
sebagaimana berikut ini.
“Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah, maka
bertaqwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS.
Al-Hasyr: 7).
Monday, November 30, 2015
Salah Satu Doa dan Mutiara Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Posted on 8:27 PM by Yvansmorphosa
| No comments
Salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh
Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah sebagai berikut.
“Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada imam
dan umatnya, pemimpin dan rakyatnya, dan luluhkanlah hati mereka semua untuk
mencintai kebaikan, kokohkanlah hubungan diantara mereka. Ya Allah, Hanya
Engkau yang mengetahui rahasia hati kami, maka baguskanlah hati itu untuk kami.
Hanya engkau yang mengetahui betapa besar dosa kami, maka ampunilah dosa-dosa
kami. Janganlah Engkau melihat kami pada saat kami melakukan perkara yang
Engkau larang, dan janganlah Engkau menghilangkan kesempatan kami untuk
melakukan apa yang Engkau perintahkan. Ya Allah, berikanlah kami kejayaan atas
apa yang Engkau perintahkan dan janganlah Engkau hinakan kami dengan maksiat.
Jadikanlah kami orang yang selalu ingat kepada-Mu dan melupakan selain Engkau.
Ya Allah, hilangkanah segala rintangan yang menghambat kami untuk menuju
kepada-Mu. Ya Allah, berikanlah kami ilham agar kami berdzikir kepada-Mu dengan
bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya ibadah. Tiada
Tuhan selain Allah, apa yang dikehendaki Allah, niscaya akan terjadi. Tiada
daya upaya, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.
Janganlah Engkau timpakan kelalaian kepada kami dan janganlah Engkau timpakan
tipu daya kepada kami.”
Berikutnya adalah beberapa hikmah dari
Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang bisa menjadi penyegaran bagi umat Islam.
1. Mata air yang paling menyegarkan bagi orang
yang akalnya kehausan adalah mata air dzikir dan tauhid.
2. Hembusan angin yang sangat diperlukan bagi
orang yang hatinya sedang keracunan adalah buaian kemesraan Allah Swt.
3. Jika engkau berdzikir dengan lisan yang
memuji akan keindahan ciptaan-Nya, niscaya Dia akan membuka hatimu yang
terkunci.
4. Jika engkau berdzikir dengan hatimu,
niscaya Dia akan mendekatkan dirimu kepada rahmat-Nya.
5. Tidak akan tahu kebesaran-Nya, melainkan
orang yang khusuk dalam dzikirnya.
6. Dzikir adalah ruh yang terhembus dari taman
surga.
7. Wirid sanjungan kepada-Nya tidak akan
terucap keluar, melainkan dari (lidah)
hamba-Nya yang mukmin.
Friday, October 9, 2015
Kutbah Iblis
Posted on 11:18 AM by Yvansmorphosa
| No comments
Kemaksiatan merupakan jala yang ditebar
oleh iblis untuk menggoda manusia masuk dalam jeratannya. Umpan yang digunakan
adalah kenikmatan sesaat di dunia. Tatkala manusia sudah terbujuk rayuan iblis
dan menjauh dari keimanan, maka ketersesatan manusia dalam lembah hina semakin
terbuka.
Bujukan dan rayuan iblis lebih menggoda
dari pada mempertahankan keimanan. Segala hal kenikmatan yang bertentangan
dengan agama membuat pelakunya nyaman didalamnya. Sedangkan keimanan akan
identik dengan hal yang berat, hal ini disebabkan karena tingkat keimanan
seseorang masih rendah.
Sebagai contoh saat sepertiga malam,
seseorang akan lebih menikmati tidurnya daripada bangun tidur untuk mengerjakan
shalat malam. Hal ini terjadi karena seseorang belum merasakan nikmatnya shalat
malam.
Lantas bagaimana ketika manusia mengikuti
bujukan dan rayuan iblis?
Sebagaimana dalam firman Allah Swt berikut
ini:
“Dan berkatalah setan tatkala perkara
(hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu
janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku
menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan
(sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu
janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku
sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat
menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku
(dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang zalim itu mendapat
sikasaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22).
Sungguh nyata bahwa janji iblis itu hanya
palsu. Iblis membisikan dan merayu manusia untuk bersekutu dengannya agar kelak
bersama-sama tinggal di neraka. Kerugian didapatkan manusia yang membuat
perjanjian dengan iblis, serta yang mengikuti langkah-langkah iblis.
Beberapa di daerah kota kecil masih sering
ditemui beberapa masyarakat mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat.
Tempat yang diyakini mampu memberi bantuan berupa solusi mendapatkan kekayaan,
jabatan, jodoh maupun kepentingan lain, ramai didatangi banyak orang. Terlebih
disaat ekonomi masyarakat sedang terpuruk.
Jelas sudah kondisi seperti ini merupakan
bagian dari perbuatan mendekatkan diri kepda iblis. Perlu cara agar diri setiap
masing-masing pribadi terhindar dari bujuk rayu iblis. Berikut ini beberapa
cara agar kita terhidar dari bujuk rayu iblis:
1. Memperbanyak dzikir (mengingat Allah)
2. Mengerjakan shalat wajib tepat waktu dan
mengerjakan shalat sunat yang menyertainya
3. Makan dari hasil mencari rejeki dengan cara
yang halal
4. Membaca Al-quran
5. Tidak tergesa-gesa dalam melakukan setiap
urusan dan selalu berhati-hati
6. Mendengarkan hati nurani
7. Menjalankan puasa wajib maupun sunah
8. Tidak mendatangi tempat yang mengundang
atau menyediakan maksiat
9. Selalu dalam keadaan suci (berwudhu)
10. Menjaga pandangan terhadap lawan jenis
Sunday, September 27, 2015
HIKMAH ALAM KUBUR
Posted on 6:25 PM by Yvansmorphosa
| No comments
Ketika masa hidup di dunia sudah habis,
datanglah malaikat penjabut nyawa menghampiri. Malaikat penjabut nyawa
mengambil ruh dari jasad yang sudah ditempatinya.
Kematian menjadi babak baru dari perjalanan
menuju alam kubur. Di dalam alam kubur sendiri, seseorang yang telah meninggal
bisa terlepas dan bisa mendapatkan azab kubur. Azab kubur terjadi karena
perbuatan seseorang semasa hidup di dunia.
Sebagaimana diwasiatkan oleh Rasulullah
Saw, bahwa pelaku maksiat akan mendapatkan azab kubur. Berikut ini adalah
beberapa perbuatan yang dilakukan seseorang ketika masih hidup di dunia yang
menyebabkan dirinya mendapatkan azab kubur:
1. Orang yang tidak bersuci setelah buang air
kecil.
2. Orang yang mengadu domba dengan kebohongan.
3. Orang yang berbuat ghulul (mengambil
ghanimah yang bukan haknya).
4. Orang yang berbuat kebohongan.
5. Orang yang membaca Al-qur’an, tetapi tidak
mengamalkannya.
6. Orang yang berbuat zina.
7. Orang yang memakan harta hasil riba.
8. Orang yang suka berhutang, tetapi tidak
menyelesaikan kewajibannya.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari
kejadian yang dalam fase alam kubur. Apabila seseorang yang masih diberi
keberuntungan berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kelapangan terkait
kebaikan. Maka dirinya dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang
dapat menyelamatkan dari azab kubur, serta menghindari perbuatan yang
mendatangkan azab kubur.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari
alam kubur sebagai berikut:
1. Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan
shalat tahajud.
2. Kubur tempat yang sempit, perluaslah dengan
silaturahmi.
3. Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan
membaca ayat-ayat Al-qur’an.
4. Kubur tempat binatang menjijikan, racunilah
dengan amal shadaqoh.
5. Kubur tempat Munkar dan Nakir bertanya,
persiapkanlah jawaban dengan mengucapkan “La ilaha illallah”.
Subscribe to:
Posts (Atom)










