Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuesday, June 26, 2018

Perbandingan Konsep Kepemilikan Islam dengan Sosialisme



Indikator

Islam
Sosialisme
Kepemimpinan
Alloh adalah pemilik mutlak, sedangkan manusia memiliki keterbatasan
Kepemilikan mutlak oleh manusia
Hak Pemanfaatan
Sesuai dengan ketentuan Alloh yang telah ditetapkan
Manusia memiliki kebebasan dalam memanfaatkan
Kepemilikan
Diatur oleh agama
Hak kepemilikan individu dijunjung tinggi
Distribusi Kepemilikan
Diatur oleh pasar, pemerintah dan Al-Qur’an
Menganut sistem pasar  yang berlaku
Tanggung Jawab
Pertanggung jawaban didunia dan akhirat
Pertanggung jawaban kondisi ekonomi sesuai keadaan atau yang diusahakan

Friday, January 19, 2018

Syarat Barang yang Dizakati


Zakat merupakan nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Alloh untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerima. Berdasarkan jenisnya, zakat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu zakat mal (harta) dan zakat nafs (jiwa).
Barang yang dikenakan zakat memiliki beberapa persyaratan, berikut ini merupakan syarat dari barang yang wajib dizakati:
a.       Barang yang telah dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah. Adapun barang tesebut didapat dari usaha, bekerja, warisan atau pemberian secara sah yang memiliki manfaat untuk dipergunakan dan disimpan.
b.      Harta yang berkembang. sebagai contoh harta yang berkembang adalah harta perniagaan, peternakan dan pertanian.
c.       Telah mencapai nishab. Sebagai syarat harta itu wajib dizakati adalah telah mencapai nishab, dimana nishab sendiri merupakan ukuran yang telah ditetapkan dalam suatu harta.
d.      Mencapai waktu satu tahun. Zakat dikeluarkan dalam kurun waktu satu tahun dari harta yang telah dimiliki. Perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan kurun waktu satu tahun. Dalam harta pertanian, zakat dapat dilakukan berdasarkan waktu panen atau periode panen.


Maka sesuai dengan QS. Bayyinah: 5 yaitu  “Tidaklah mereka itu diperintah, melainkan supaya beribadah kepada Alloh, dengan ikhlas dan condong melakukan agama karena-Nya, begitu juga supaya mengerjakan shalat dan membayarkan zakat dan itulah agama yang lurus”. Setiap harta yang dimiliki dan memenuhi syarat diatas, maka harta tersebut wajib untuk dibayarkan zakat.

Wednesday, January 17, 2018

Jenis Wakaf




Wakaf sudah dikenal sejak jaman Rasululloh dan pada masanya merupakan penopang perekonomian negara.  Definisi dari wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya untuk orang lain serta menggunakannya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Alloh. Wakaf digunakan untuk pengembangan keilmuwan, pembangunan fasilitas sosial dan perbaikan kondisi perekonomian masyarakat. Berdasarkan harta, wakaf dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.    Wakaf benda tidak bergerak
a.    Tanah
b.    Bangunan
c.    Tanaman
2.    Wakaf benda bergerak
a.    Uang
b.    Logam mulia
c.    Kendaraan
d.    Hak kekayaan intelektual

e.    Hak sewa

Monday, June 27, 2016

Serakah: Tindakan yang Merusak


Salah satu pesan dari Rasulullah SAW yang patut kita renungkan, dalam pesannya yang tegas beliau memperingatkan, “Ada tiga hal yang merusak, dan ada tigal yang menyelamatkan. Tiga hal yang merusak adalah keserakahan yang dipatuhi, nafsu yang dituruti, dan seseorang yang sombong (dan bangga) pada dirinya sendiri. Adapun tiga hal yang menyelamatkan adalah takut kepada Allah baik ketika dirinya sendiri maupun ditempat umum, tidak berlebih-lebihan dalam kekayaan maupun kemiskinan dan keadilan dalam kemarahan maupun kesenangan.” (HR. Al-Bazzar, Abu Nu’aym dan Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadis diatas, kita bisa memahami tiga perkara yang merusak dan tiga perkara yang menyelamatkan. Dari enam perkara yang ada (tiga perkara merusak dan tiga perkara menyelamatkan), saya akan fokus membahas tentang salah satu perbuatan merusak, yaitu serakah.
Keserakahan yang dipatuhi merupakan satu dari tiga poin yang merusak menurut pesan Sang Nabi Penutup. Keserakahan bisa berarti rasa kurang puas terhadap apa yang didapatkan, dimiliki maupun keinginan yang belum tercapai.
Keserakahan muncul karena kurangnya rasa syukur, sedangkan rasa syukur dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu rasa syukur juga dapat diperoleh dengan melihat saudara, teman, tetangga atau bangsa lain yang kehidupannya dibawah kita.
Adakalanya berbagai gambaran ditunjukan kepada seseorang agar muncul rasa bersyukur, namun hasilnya selalu membuat orang tersebut lebih serakah. Hal ini dikarenakan hati seseorang telah mati, dibutakan dengan keserakahan yang dijalani.
Serakah bisa muncul dalam beberapa hal, diantaranya serakah akan harta, kekuasaan, dan hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Segala kenikmatan keduniawian akan dirasa kurang walaupun sudah digengam dalam tangan.
Keserakahan akan mendorong pelakunya berbuat apapun, asalkan setiap keinginan maupun apa yang sudah diperoleh dirasakan masih kurang. Berbuat apapun inilah yang terkadang menjadikan seseorang bertindak diluar hukum maupun agama.
Terkadang serakah muncul karena seseorang telah memiliki kekuasaan yang diperoleh. Dengan jabatan dan kekuasaan yang diperolehnya, dirinya akan merasa mampu berbuat apa saja untuk mendapatkan keinginan. Keserakahan muncul karena terpancing hawa nafsu yang tidak mampu ditahan.
Banyaknya kasus korupsi di Indonesia muncul karena keserakahan para pelakunya. Jabatan yang terhormat dan gaji yang tinggi dirasakan masih belum memuaskan. Kesempatan dan peluang menggerakan seseorang untuk mendapatkan “hal” lebih dari apa yang telah diperoleh, padahal apa yang dia ambil bukan haknya.
Sebagai warga negara yang baik dan umat yang taat, sudah semestinya menghindari sifat serakah. Hal ini perlu dilakukan demi kebaikan bangsa yang berjalan semakin kearah kebobrokan moral, baik pejabat maupun masyarakatnya.
Pribadi yang jujur dan berani bersyukur dengan keadaan yang dimiliki, mutlak menjadi syarat agar terhindar dari keserakahan. Sesuai dengan pesan Rasulullah SAW bahwa keserakahan akan menimbulkan kerusakan baik bagi dirinya maupun orang lain. Selain itu juga akan membawa kerugian bagi dirinya baik di dunia maupun akhirat.
Salah satu yang bisa menjadi tauladan bagi beberapa pejabat maupun pemimpin dan tentunya diri kita, adalah Abu Bakar as Sidiq. Seorang khalifah penerus Nabi Muhammad SAW yang hidup sederhana, dengan kekuasaan yang dimiliki meliputi tanah Arab dan sekitarnya tidak menjadikan beliau serakah.
“gaji” yang diperoleh dari Baitul Mal hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan ketika dirinya meninggal, mewariskan kepada putrinya untuk mengecek apakah ada kelebihan dari apa yang dimiliki semasa menjadi khalifah tetapi bukan haknya.
Lantas apa yang dikembalikan ke Baitul Mal? Putri Abu Bakar memberi tahukan bahwa yang dikembalikan adalah seekor unta yang digunakan untuk mengambil air, mangkuk yang digunakan untuk menampung susu ternak dan sehelai kain yang digunakan ketika ada kunjungan tamu.
Dimasa sekarang Abu Bakar bisa dicontohkan sebagai kepala negara, apa yang beliau lakukan betul-betul memberi pelajaran terhadap manusia di masa modern. Jabatan dan fasilitas yang ada tidak merubah beliau untuk mendapatkan apa yang dulu dimilikinya berupa harta benda.

Demi keselamatan di dunia dan akhirat marilah senantiasa kita menghindari tindakan serakah. Ingatlah pesan Rasulullah dalam hadis yang lain, “Setiap tubuh yang tumbuh dengan perkara haram, neraka lebih berhak untuknya.” (HR. Tabrani)

Tuesday, April 12, 2016

Amal Ibadah


Manusia hidup di dunia memiliki beberapa tujuan. Ada manusia yang mencari tujuan kehidupan dunia, ada manusia yang mencari kehidupan akhirat dan ada manusia yang menjadikan dunia serta akhirat menjadi tujuan hidupnya.
Jika seorang manusia hidup di dunia menjadikan keduniaan menjadi tujuan hidupnya, cukuplah ia mengejar segala kebutuhan dunia yang bersifat lahiriah. Pemenuhan akan nafsu kekuasaan, jabatan, kekayaan serta kebutuhan lahiriah lain yang mampu menggerakan setiap manusia melupakan dua ketentuan, yakni halal dan haram.
Manusia yang menjadikan dunia jalan hidupnya, berlomba-lomba mendapatkan kebutuhan pribadi. Nafsu menggiring manusia dan melecutkan tenaga guna meraih keinginan duniawi, tapi sungguh malang dan rugi bahwa ia telah lalai dengan tujuan akhirat yang kekal nan abadi.
Allah berfirman:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)
Ketika manusia yang kedua menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, jelaslah bahwa dirinya membutuhkan bekal yang mencukupi agar selamat di akhirat. Bekal yang diperlukan sudahlah sangat jelas, yakni amal ibadah.
Seperti manusia yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, bersemangat memenuhi kebutuhan dunia tergerakan oleh nafsu. Begitu pula manusia yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya di dunia, tentu harus mencari bekal amal ibadah dengan bersemangat pula.
Rasulullah SAW bersabda:
“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW yang kita ikuti tata cara hidupnya, telah dijelaskan bahwa diantara banyak ladang amal ibadah yang bisa dilakukan, Beliau memerintahkan umatnya untuk mengerjakan shalat tepat waktu, berbuat baik kepada orang tua dan berjihad dijalan Allah.
a.       Shalat tepat waktu
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
Shalat tepat waktu memiliki banyak keutamaan, salah satu contohnya dengan mengerjakan shalat tepat waktu akan membuat pribadi yang disiplin. Kehidupan yang dijalani penuh dengan tanggung jawab. Bukan perkara mudah membuat orang berperilaku disiplin, namun dengan berlatih shalat tepat waktu akan mempengaruhi kehidupannya menjadi disiplin.
b.      Berbuat baik kepada orang tua
Allah SWT berfirman:
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu memperekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)
Sungguh besar jasa kedua orang yang berjuang demi membahagiakan anak. Segala perjuangan orang tua tidak dapat diukur maupun dinilai, sehingga seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya.
Orang tua bukan hanya kedua orang kandung kita dirumah, tapi guru, ustad, dosen maupun pengajar lain yang memberikan ilmunya juga merupakan orang tua yang wajib dihormati dan ditaati.
Rasulullah SAW bersabda : “Kelebihan orang alim (ulama) atas ahli ibadah seperti kelebihanku atas orang yang paling rendah di antara kamu. Kemudian Baginda besabda lagi : Sesungguhnya para malaikat dan penduduk langit dan bumi hingga semut dalam lubangnya serta ikan bersalawat (berdoa) untuk orang-orang yang mengajar kebaikan kepada manusia” (HR. Imam Tirmidzi).
c.       Berjihad dijalan Allah
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218)
Di Indonesia sendiri berjihad sering diidentikan dengan terorisme, penafsiran tentang jihad masih berbeda-beda. Berjihad sama dengan menegakkan agama Allah, tetapi bukan berarti harus berbuat kerusakan.
Allah SWT berfirman:
“Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’ Mereka menjawab: “Sessungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. Al-Baqarah: 11)

Amal ibadah yang dikerjakan bukan hanya shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua dan berjihad dijalan Allah. Masih banyak lagi cara mengerjakan amal ibadah yang mendatangkan kemanfaatan baik kehidupan di dunia maupun akhirat, contohnya puasa, tolong-menolong dalam kebaikan, sedekah dan lain sebagainya.

Thursday, December 31, 2015

Mencintai dan Mengikuti Rasul Saw


Panutan umat muslim agar selamat dunia akhirat ialah mengikuti cara hidup Rasulullah Saw. Tindakan dan perilaku beliau harus ditiru mengingat kita hidup didunia dianjurkan berpegang teguh pada Al-quran dan Al-Hadist, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini.
“Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul agar kalian dirahmati.” (QS. Ali ‘Imran: 132).
Berdasarkan ayat diatas sangat jelas bahwasannya ketika manusia mengaku mencintai Allah, maka dirinya juga harus mencintai Rasul. Cinta yang dimaksud bukan hanya diucapan semata, akan tetapi cinta dalam bentuk sebenar-benarnya. Kesungguhan dan kebenaran cinta kepada Rasulullah Saw dapat dilihat sebagaimana berikut ini.
1.      Mempelajari dan menjalankan sunnahnya
Ada banyak sunnah nabi Muhammad Saw yang bisa kita pelajari, namun agar terhindar dari kesalahan perlu kita memilih mana hadis yang sangat sahih, sahih, lemah dan yang palsu. Beberapa hadis palsu sengaja disebarkan agar umat nabi mengalami kesesatan, oleh sebab itu alangkah baiknya ketika kita mempelajari hadis ada pembimbing yang mengajarkan dan menjelaskan.
2.      Mengikuti ucapan dan tindakan
Ucapan Rasulullah Saw yang kita ikuti mampu menjaga kita dari api neraka. Selain kehidupan akhirat, ucapan Rasulullah Saw yang kita teladani bisa menjaga kehidupan kita didunia. Kehidupan didunia bisa terlihat dari bagaimana kita menjaga silaturahmi, bertetangga ataupun menyampaikan pendapat dalam suatu forum.
3.      Mencintai Al-qur’an
Al-qur’an adalah wahyu yang diterima oleh Rasulullah Saw yang datangnya dari Allah SWT. Kitab suci Al-quran merupakan warisan terpenting bagi umat muslim diseluruh dunia. Segala tatacara, ilmu, informasi, hukum dan lain-lain terdapat dalam Al-qur’an. Istimewanya, Al-qur’an tak pernah lekang oleh jaman, baik masa dahulu, sekarang maupun masa mendatang, Alqur’an tetap pas dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan kitab buatan manusia yang bisa diamandemenkan berdasarkan kondisi sekarang.
4.      Belas kasih kepada sesama umat Rasulullah Saw
Hidup di dunia tidak akan mampu hidup sendiri, perlu adanya teman, saudara, kelompok atau orang lain untuk berbagi. Kebersamaan dalam bermasyarakat akan menjaga hubungan dengan sesama manusia, terlebih dengan umat Nabi Muhammad Saw. Saling nasihat menasihati dan tolong menolong, mampu menghindarkan umat dari kesalahan yang menjerumuskan dan mampu mengentas kesedihan orang lain.
5.      Menghindari dan menjauhi larangan Rasulullah Saw
Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7 sebagaimana berikut ini.
“Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah, maka bertaqwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7).


Monday, November 30, 2015

Salah Satu Doa dan Mutiara Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah sebagai berikut.
“Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada imam dan umatnya, pemimpin dan rakyatnya, dan luluhkanlah hati mereka semua untuk mencintai kebaikan, kokohkanlah hubungan diantara mereka. Ya Allah, Hanya Engkau yang mengetahui rahasia hati kami, maka baguskanlah hati itu untuk kami. Hanya engkau yang mengetahui betapa besar dosa kami, maka ampunilah dosa-dosa kami. Janganlah Engkau melihat kami pada saat kami melakukan perkara yang Engkau larang, dan janganlah Engkau menghilangkan kesempatan kami untuk melakukan apa yang Engkau perintahkan. Ya Allah, berikanlah kami kejayaan atas apa yang Engkau perintahkan dan janganlah Engkau hinakan kami dengan maksiat. Jadikanlah kami orang yang selalu ingat kepada-Mu dan melupakan selain Engkau. Ya Allah, hilangkanah segala rintangan yang menghambat kami untuk menuju kepada-Mu. Ya Allah, berikanlah kami ilham agar kami berdzikir kepada-Mu dengan bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya ibadah. Tiada Tuhan selain Allah, apa yang dikehendaki Allah, niscaya akan terjadi. Tiada daya upaya, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Janganlah Engkau timpakan kelalaian kepada kami dan janganlah Engkau timpakan tipu daya kepada kami.”
Berikutnya adalah beberapa hikmah dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang bisa menjadi penyegaran bagi umat Islam.
1.      Mata air yang paling menyegarkan bagi orang yang akalnya kehausan adalah mata air dzikir dan tauhid.
2.      Hembusan angin yang sangat diperlukan bagi orang yang hatinya sedang keracunan adalah buaian kemesraan Allah Swt.
3.      Jika engkau berdzikir dengan lisan yang memuji akan keindahan ciptaan-Nya, niscaya Dia akan membuka hatimu yang terkunci.
4.      Jika engkau berdzikir dengan hatimu, niscaya Dia akan mendekatkan dirimu kepada rahmat-Nya.
5.      Tidak akan tahu kebesaran-Nya, melainkan orang yang khusuk dalam dzikirnya.
6.      Dzikir adalah ruh yang terhembus dari taman surga.

7.      Wirid sanjungan kepada-Nya tidak akan terucap keluar, melainkan dari  (lidah) hamba-Nya yang mukmin.

Friday, October 9, 2015

Kutbah Iblis


Kemaksiatan merupakan jala yang ditebar oleh iblis untuk menggoda manusia masuk dalam jeratannya. Umpan yang digunakan adalah kenikmatan sesaat di dunia. Tatkala manusia sudah terbujuk rayuan iblis dan menjauh dari keimanan, maka ketersesatan manusia dalam lembah hina semakin terbuka.
Bujukan dan rayuan iblis lebih menggoda dari pada mempertahankan keimanan. Segala hal kenikmatan yang bertentangan dengan agama membuat pelakunya nyaman didalamnya. Sedangkan keimanan akan identik dengan hal yang berat, hal ini disebabkan karena tingkat keimanan seseorang masih rendah.
Sebagai contoh saat sepertiga malam, seseorang akan lebih menikmati tidurnya daripada bangun tidur untuk mengerjakan shalat malam. Hal ini terjadi karena seseorang belum merasakan nikmatnya shalat malam.
Lantas bagaimana ketika manusia mengikuti bujukan dan rayuan iblis?
Sebagaimana dalam firman Allah Swt berikut ini:              
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang zalim itu mendapat sikasaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22).
Sungguh nyata bahwa janji iblis itu hanya palsu. Iblis membisikan dan merayu manusia untuk bersekutu dengannya agar kelak bersama-sama tinggal di neraka. Kerugian didapatkan manusia yang membuat perjanjian dengan iblis, serta yang mengikuti langkah-langkah iblis.
Beberapa di daerah kota kecil masih sering ditemui beberapa masyarakat mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat. Tempat yang diyakini mampu memberi bantuan berupa solusi mendapatkan kekayaan, jabatan, jodoh maupun kepentingan lain, ramai didatangi banyak orang. Terlebih disaat ekonomi masyarakat sedang terpuruk.

Jelas sudah kondisi seperti ini merupakan bagian dari perbuatan mendekatkan diri kepda iblis. Perlu cara agar diri setiap masing-masing pribadi terhindar dari bujuk rayu iblis. Berikut ini beberapa cara agar kita terhidar dari bujuk rayu iblis:
1.      Memperbanyak dzikir (mengingat Allah)
2.  Mengerjakan shalat wajib tepat waktu dan mengerjakan shalat sunat yang    menyertainya
3.      Makan dari hasil mencari rejeki dengan cara yang halal
4.      Membaca Al-quran
5.      Tidak tergesa-gesa dalam melakukan setiap urusan dan selalu berhati-hati
6.      Mendengarkan hati nurani
7.      Menjalankan puasa wajib maupun sunah
8.      Tidak mendatangi tempat yang mengundang atau menyediakan maksiat
9.      Selalu dalam keadaan suci (berwudhu)
10.  Menjaga pandangan terhadap lawan jenis

Sunday, September 27, 2015

HIKMAH ALAM KUBUR


Ketika masa hidup di dunia sudah habis, datanglah malaikat penjabut nyawa menghampiri. Malaikat penjabut nyawa mengambil ruh dari jasad yang sudah ditempatinya.
Kematian menjadi babak baru dari perjalanan menuju alam kubur. Di dalam alam kubur sendiri, seseorang yang telah meninggal bisa terlepas dan bisa mendapatkan azab kubur. Azab kubur terjadi karena perbuatan seseorang semasa hidup di dunia.
Sebagaimana diwasiatkan oleh Rasulullah Saw, bahwa pelaku maksiat akan mendapatkan azab kubur. Berikut ini adalah beberapa perbuatan yang dilakukan seseorang ketika masih hidup di dunia yang menyebabkan dirinya mendapatkan azab kubur:
1.      Orang yang tidak bersuci setelah buang air kecil.
2.      Orang yang mengadu domba dengan kebohongan.
3.      Orang yang berbuat ghulul (mengambil ghanimah yang bukan haknya).
4.      Orang yang berbuat kebohongan.
5.      Orang yang membaca Al-qur’an, tetapi tidak mengamalkannya.
6.      Orang yang berbuat zina.
7.      Orang yang memakan harta hasil riba.
8.      Orang yang suka berhutang, tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari kejadian yang dalam fase alam kubur. Apabila seseorang yang masih diberi keberuntungan berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kelapangan terkait kebaikan. Maka dirinya dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang dapat menyelamatkan dari azab kubur, serta menghindari perbuatan yang mendatangkan azab kubur.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari alam kubur sebagai berikut:
1.      Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud.
2.      Kubur tempat yang sempit, perluaslah dengan silaturahmi.
3.      Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat Al-qur’an.
4.      Kubur tempat binatang menjijikan, racunilah dengan amal shadaqoh.

5.      Kubur tempat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan mengucapkan “La ilaha illallah”.