Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Friday, January 19, 2018

Syarat Barang yang Dizakati


Zakat merupakan nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Alloh untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerima. Berdasarkan jenisnya, zakat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu zakat mal (harta) dan zakat nafs (jiwa).
Barang yang dikenakan zakat memiliki beberapa persyaratan, berikut ini merupakan syarat dari barang yang wajib dizakati:
a.       Barang yang telah dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah. Adapun barang tesebut didapat dari usaha, bekerja, warisan atau pemberian secara sah yang memiliki manfaat untuk dipergunakan dan disimpan.
b.      Harta yang berkembang. sebagai contoh harta yang berkembang adalah harta perniagaan, peternakan dan pertanian.
c.       Telah mencapai nishab. Sebagai syarat harta itu wajib dizakati adalah telah mencapai nishab, dimana nishab sendiri merupakan ukuran yang telah ditetapkan dalam suatu harta.
d.      Mencapai waktu satu tahun. Zakat dikeluarkan dalam kurun waktu satu tahun dari harta yang telah dimiliki. Perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan kurun waktu satu tahun. Dalam harta pertanian, zakat dapat dilakukan berdasarkan waktu panen atau periode panen.


Maka sesuai dengan QS. Bayyinah: 5 yaitu  “Tidaklah mereka itu diperintah, melainkan supaya beribadah kepada Alloh, dengan ikhlas dan condong melakukan agama karena-Nya, begitu juga supaya mengerjakan shalat dan membayarkan zakat dan itulah agama yang lurus”. Setiap harta yang dimiliki dan memenuhi syarat diatas, maka harta tersebut wajib untuk dibayarkan zakat.

Wednesday, January 17, 2018

Jenis Wakaf




Wakaf sudah dikenal sejak jaman Rasululloh dan pada masanya merupakan penopang perekonomian negara.  Definisi dari wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya untuk orang lain serta menggunakannya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Alloh. Wakaf digunakan untuk pengembangan keilmuwan, pembangunan fasilitas sosial dan perbaikan kondisi perekonomian masyarakat. Berdasarkan harta, wakaf dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.    Wakaf benda tidak bergerak
a.    Tanah
b.    Bangunan
c.    Tanaman
2.    Wakaf benda bergerak
a.    Uang
b.    Logam mulia
c.    Kendaraan
d.    Hak kekayaan intelektual

e.    Hak sewa

Wednesday, August 2, 2017

Transfosmasi Hijab di Indonesia


Dewasa ini, hijab naik kelas dengan rating tertinggi dibandingkan perkembangan fashion lainnya. Tren anak muda menggunakan hijab lebih banyak dibandingkan dengan dasawarsa sebelumnya. Jika flashback ke era 90an dapat diketahui, bahwa ketika masa itu masih sedikit anak perempuan dikalangan muda, terutama usia 17 sampai 23 tahun yang memakai hijab ke sekolah.
Di Indonesia, kalangan anak perempuan muda memiliki perilaku yang unik. Banyak diantara mereka yang menggunakan hijab ketika hanya datang ke sekolah. Setelah jam sekolah usai, tentu hijab tidak dipakai dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan tidak jarang kalangan perempuan muda menggunakan hijab karena aturan dari sekolah atau kampus.
Saat ini hijab tidak lagi menjadi syarat terpenuhinya syariat, tetapi hijab telah berkembang menjadi bagian fashion yang kekinian dengan berbagai jenis. Model hijab jika dihitung pakai jari akan sulit, sekedar untuk menghafal saja belum tentu akan ingat semua.
Masyarakat mungkin masih ingat dengan hijab cetar membahana dan booming beberapa tahun yang lalu. Tentu tak lain tak bukan adalah efek dari Syahrini yang ikut meramaikan gempita per-hijab-an di Indonesia.
Andai orang jalan-jalan ke tanah abang bergeriliya mencari hijab, para pedagang dengan penuh rayuan akan menawarkan hijab dengan nama public figure. Bahkan beberapa public figure membuat brand sendiri untuk hijabnya. Ambil contoh hijab Zaskia Adya Mecca, Shireen Sungkar dan Dewi Sandra. Semua jenis hijab ini banyak diburu oleh kalangan muda.
Hijup.com bisa menjadi tolak ukur perkembangan hijab di Indonesia. Perkembangan situs belanja Hijup.com yang pesat, mengasumsikan hijab menjadi peluang terbuka untuk industri fashion baik untuk konsumen lokal maupun internasional. Berbagai toko online hijab tumbuh subur dengan berbagai produk yang ditawarkan.
Perkembangan media sosial ikut andil dalam naik kelasnya hijab. Media sosial telah menjadi kebutuhan bagi kalangan muda. Konten media sosial yang ditelan mentah-mentah oleh kalangan muda menjadi senjata ampuh bagi industri fashion, tak terkecuali hijab.
Berangkat dari public figure yang berhijrah memakai hijab, amat mempengaruhi pemujanya diseluruh Indonesia. Apa yang dikenakan oleh public figure akan ramai-ramai diburu oleh fansnya. Bahkan produsen hijab akan berlomba-lomba mengontrak artis untuk dipakai namanya untuk merek hijabnya. Kecepatan dan kemudahan mengakses media sosial membuat public figure dengan penggemarnya sangat dekat

Tuesday, April 12, 2016

Amal Ibadah


Manusia hidup di dunia memiliki beberapa tujuan. Ada manusia yang mencari tujuan kehidupan dunia, ada manusia yang mencari kehidupan akhirat dan ada manusia yang menjadikan dunia serta akhirat menjadi tujuan hidupnya.
Jika seorang manusia hidup di dunia menjadikan keduniaan menjadi tujuan hidupnya, cukuplah ia mengejar segala kebutuhan dunia yang bersifat lahiriah. Pemenuhan akan nafsu kekuasaan, jabatan, kekayaan serta kebutuhan lahiriah lain yang mampu menggerakan setiap manusia melupakan dua ketentuan, yakni halal dan haram.
Manusia yang menjadikan dunia jalan hidupnya, berlomba-lomba mendapatkan kebutuhan pribadi. Nafsu menggiring manusia dan melecutkan tenaga guna meraih keinginan duniawi, tapi sungguh malang dan rugi bahwa ia telah lalai dengan tujuan akhirat yang kekal nan abadi.
Allah berfirman:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)
Ketika manusia yang kedua menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, jelaslah bahwa dirinya membutuhkan bekal yang mencukupi agar selamat di akhirat. Bekal yang diperlukan sudahlah sangat jelas, yakni amal ibadah.
Seperti manusia yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, bersemangat memenuhi kebutuhan dunia tergerakan oleh nafsu. Begitu pula manusia yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya di dunia, tentu harus mencari bekal amal ibadah dengan bersemangat pula.
Rasulullah SAW bersabda:
“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW yang kita ikuti tata cara hidupnya, telah dijelaskan bahwa diantara banyak ladang amal ibadah yang bisa dilakukan, Beliau memerintahkan umatnya untuk mengerjakan shalat tepat waktu, berbuat baik kepada orang tua dan berjihad dijalan Allah.
a.       Shalat tepat waktu
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
Shalat tepat waktu memiliki banyak keutamaan, salah satu contohnya dengan mengerjakan shalat tepat waktu akan membuat pribadi yang disiplin. Kehidupan yang dijalani penuh dengan tanggung jawab. Bukan perkara mudah membuat orang berperilaku disiplin, namun dengan berlatih shalat tepat waktu akan mempengaruhi kehidupannya menjadi disiplin.
b.      Berbuat baik kepada orang tua
Allah SWT berfirman:
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu memperekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)
Sungguh besar jasa kedua orang yang berjuang demi membahagiakan anak. Segala perjuangan orang tua tidak dapat diukur maupun dinilai, sehingga seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya.
Orang tua bukan hanya kedua orang kandung kita dirumah, tapi guru, ustad, dosen maupun pengajar lain yang memberikan ilmunya juga merupakan orang tua yang wajib dihormati dan ditaati.
Rasulullah SAW bersabda : “Kelebihan orang alim (ulama) atas ahli ibadah seperti kelebihanku atas orang yang paling rendah di antara kamu. Kemudian Baginda besabda lagi : Sesungguhnya para malaikat dan penduduk langit dan bumi hingga semut dalam lubangnya serta ikan bersalawat (berdoa) untuk orang-orang yang mengajar kebaikan kepada manusia” (HR. Imam Tirmidzi).
c.       Berjihad dijalan Allah
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218)
Di Indonesia sendiri berjihad sering diidentikan dengan terorisme, penafsiran tentang jihad masih berbeda-beda. Berjihad sama dengan menegakkan agama Allah, tetapi bukan berarti harus berbuat kerusakan.
Allah SWT berfirman:
“Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’ Mereka menjawab: “Sessungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. Al-Baqarah: 11)

Amal ibadah yang dikerjakan bukan hanya shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua dan berjihad dijalan Allah. Masih banyak lagi cara mengerjakan amal ibadah yang mendatangkan kemanfaatan baik kehidupan di dunia maupun akhirat, contohnya puasa, tolong-menolong dalam kebaikan, sedekah dan lain sebagainya.

Saturday, January 30, 2016

Enam Pertanyaan Imam Al Ghozali


Suatu ketika berkumpulah Imam Al Ghozali beserta murid-muridnya. Pada kesempatan itu, Imam Al Ghozali memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya. Pertanyaan yang akan membuat orang berfikir bahwa pertanyaan tersebut merupakan nasehat.
1.      Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?
Beberapa murid menjawab dengan jawaban yang beragam, ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Bahwasannya jawaban yang diberikan oleh para murid-murid Imam Al Ghozali adalah benar, akan tetapi ada yang paling lebih dekat dengan kita, yakni “Kematian”. Sesuai dengan firman Allah Swt dalam Surat Ali Imran, ayat 185 “setiap jiwa pasti akan merasakan mati”.
2.      Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini?
Banyak jawaban yang diberikan oleh para murid Imam Al Ghozali, ada jawaban negara china, bulan, matahari dan bintang-bintang. Beliau menjelaskan kepada para murid-muridnya bahwa jawaban yang mereka adalah benar. Namun yang paling jauh dari kita adalah “Masa Lalu”. Apa yang terjadi dimasa lampau tidak dapat diulangi kembali ataupun diperbaiki, sekiranya dari kita menjadikan masa lalu sebagai sebuah pembelajaran menuju kebenaran.
3.      Apa yang paling besar di dunia ini?
Beragam jawaban muncul dari para murid Imam Al Ghozali, ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Sekali lagi Imam Al Ghozali menjelaskan kepada para muridnya bahwa jawaban mereka benar, namun menurut beliau ada yang lebih besar lagi di dunia ini dibandingkan jawaban yang tadi diberikan, yaitu “Nafsu”.
4.      Apa yang paling berat di dunia ini?
Kembali jawaban yang diberikan oleh para murid Imam Al Ghozali beragam, dan beliau sepakat dengan jawaban yang diberikan oleh para muridnya benar. Sekali lagi Imam Al Ghozali memberikan jawaban yang lebih tepat tentang yang paling besar didunia ini, yaitu “Amanah”. Banyak orang gila jabatan, terobsesi akan kedudukan dan memberikan janji manis kepada pendukungnya. Namun berapa orang yang mampu menjalankan amanah yang dia emban? Jangankan amanah, berapa banyak pemimpin atau orang berkedudukan berlaku adil dan memenuhi janji yang dia ucapkan?
5.      Apa yang paling ringan di dunia ini?
Kapas, angin dan debu adalah jawaban yang keluar dari para murid Imam Al Ghozali. Sekali lagi, beliau membenarkan jawaban para muridnya. Akan tetapi menurut beliau ada yang lebih ringan di dunia ini dibandingkan jawaban tadi, yaitu “Meninggalkan Sholat”. Seberapa sering diri kita sholat tepat waktu? Seberapa sering sholat lebih utama daripada pekerjaan? Begitu mudahnya diri kita mementingkan kegiatan yang sedang dijalankan daripada mengerjakan sholat tepat waktu. Banyak saudara-saudara kita menghabiskan waktunya untuk mencari uang tanpa sedikitpun meluangkan waktu untuk sholat. Hanya bekal dunia yang dicari, sedangkan bekal kehidupan kekal diakhirat dilupakan begitu saja.
6.      Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Mendengar jawaban yang diberikan para muridnya dengan kompak menjawab pedang, sekali lagi Imam Al Ghozali membenarkan jawaban tersebut. Tapi menurut beliau ada yang lebih tajam daripada pedang, yaitu “Lidah Manusia”. Ucapan lisan sering menyakitkan hati, terlebih ucapan yang keluar dari mulut kita sering tanpa sadar melukai hati orang lain. Agar selamat di dunia dan akhirat haruslah selalu menjaga lisan yang diucapkan.

Thursday, December 31, 2015

Mencintai dan Mengikuti Rasul Saw


Panutan umat muslim agar selamat dunia akhirat ialah mengikuti cara hidup Rasulullah Saw. Tindakan dan perilaku beliau harus ditiru mengingat kita hidup didunia dianjurkan berpegang teguh pada Al-quran dan Al-Hadist, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini.
“Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul agar kalian dirahmati.” (QS. Ali ‘Imran: 132).
Berdasarkan ayat diatas sangat jelas bahwasannya ketika manusia mengaku mencintai Allah, maka dirinya juga harus mencintai Rasul. Cinta yang dimaksud bukan hanya diucapan semata, akan tetapi cinta dalam bentuk sebenar-benarnya. Kesungguhan dan kebenaran cinta kepada Rasulullah Saw dapat dilihat sebagaimana berikut ini.
1.      Mempelajari dan menjalankan sunnahnya
Ada banyak sunnah nabi Muhammad Saw yang bisa kita pelajari, namun agar terhindar dari kesalahan perlu kita memilih mana hadis yang sangat sahih, sahih, lemah dan yang palsu. Beberapa hadis palsu sengaja disebarkan agar umat nabi mengalami kesesatan, oleh sebab itu alangkah baiknya ketika kita mempelajari hadis ada pembimbing yang mengajarkan dan menjelaskan.
2.      Mengikuti ucapan dan tindakan
Ucapan Rasulullah Saw yang kita ikuti mampu menjaga kita dari api neraka. Selain kehidupan akhirat, ucapan Rasulullah Saw yang kita teladani bisa menjaga kehidupan kita didunia. Kehidupan didunia bisa terlihat dari bagaimana kita menjaga silaturahmi, bertetangga ataupun menyampaikan pendapat dalam suatu forum.
3.      Mencintai Al-qur’an
Al-qur’an adalah wahyu yang diterima oleh Rasulullah Saw yang datangnya dari Allah SWT. Kitab suci Al-quran merupakan warisan terpenting bagi umat muslim diseluruh dunia. Segala tatacara, ilmu, informasi, hukum dan lain-lain terdapat dalam Al-qur’an. Istimewanya, Al-qur’an tak pernah lekang oleh jaman, baik masa dahulu, sekarang maupun masa mendatang, Alqur’an tetap pas dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan kitab buatan manusia yang bisa diamandemenkan berdasarkan kondisi sekarang.
4.      Belas kasih kepada sesama umat Rasulullah Saw
Hidup di dunia tidak akan mampu hidup sendiri, perlu adanya teman, saudara, kelompok atau orang lain untuk berbagi. Kebersamaan dalam bermasyarakat akan menjaga hubungan dengan sesama manusia, terlebih dengan umat Nabi Muhammad Saw. Saling nasihat menasihati dan tolong menolong, mampu menghindarkan umat dari kesalahan yang menjerumuskan dan mampu mengentas kesedihan orang lain.
5.      Menghindari dan menjauhi larangan Rasulullah Saw
Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7 sebagaimana berikut ini.
“Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah, maka bertaqwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7).


Monday, November 30, 2015

Salah Satu Doa dan Mutiara Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah sebagai berikut.
“Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada imam dan umatnya, pemimpin dan rakyatnya, dan luluhkanlah hati mereka semua untuk mencintai kebaikan, kokohkanlah hubungan diantara mereka. Ya Allah, Hanya Engkau yang mengetahui rahasia hati kami, maka baguskanlah hati itu untuk kami. Hanya engkau yang mengetahui betapa besar dosa kami, maka ampunilah dosa-dosa kami. Janganlah Engkau melihat kami pada saat kami melakukan perkara yang Engkau larang, dan janganlah Engkau menghilangkan kesempatan kami untuk melakukan apa yang Engkau perintahkan. Ya Allah, berikanlah kami kejayaan atas apa yang Engkau perintahkan dan janganlah Engkau hinakan kami dengan maksiat. Jadikanlah kami orang yang selalu ingat kepada-Mu dan melupakan selain Engkau. Ya Allah, hilangkanah segala rintangan yang menghambat kami untuk menuju kepada-Mu. Ya Allah, berikanlah kami ilham agar kami berdzikir kepada-Mu dengan bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya ibadah. Tiada Tuhan selain Allah, apa yang dikehendaki Allah, niscaya akan terjadi. Tiada daya upaya, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Janganlah Engkau timpakan kelalaian kepada kami dan janganlah Engkau timpakan tipu daya kepada kami.”
Berikutnya adalah beberapa hikmah dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang bisa menjadi penyegaran bagi umat Islam.
1.      Mata air yang paling menyegarkan bagi orang yang akalnya kehausan adalah mata air dzikir dan tauhid.
2.      Hembusan angin yang sangat diperlukan bagi orang yang hatinya sedang keracunan adalah buaian kemesraan Allah Swt.
3.      Jika engkau berdzikir dengan lisan yang memuji akan keindahan ciptaan-Nya, niscaya Dia akan membuka hatimu yang terkunci.
4.      Jika engkau berdzikir dengan hatimu, niscaya Dia akan mendekatkan dirimu kepada rahmat-Nya.
5.      Tidak akan tahu kebesaran-Nya, melainkan orang yang khusuk dalam dzikirnya.
6.      Dzikir adalah ruh yang terhembus dari taman surga.

7.      Wirid sanjungan kepada-Nya tidak akan terucap keluar, melainkan dari  (lidah) hamba-Nya yang mukmin.

Friday, October 9, 2015

Kutbah Iblis


Kemaksiatan merupakan jala yang ditebar oleh iblis untuk menggoda manusia masuk dalam jeratannya. Umpan yang digunakan adalah kenikmatan sesaat di dunia. Tatkala manusia sudah terbujuk rayuan iblis dan menjauh dari keimanan, maka ketersesatan manusia dalam lembah hina semakin terbuka.
Bujukan dan rayuan iblis lebih menggoda dari pada mempertahankan keimanan. Segala hal kenikmatan yang bertentangan dengan agama membuat pelakunya nyaman didalamnya. Sedangkan keimanan akan identik dengan hal yang berat, hal ini disebabkan karena tingkat keimanan seseorang masih rendah.
Sebagai contoh saat sepertiga malam, seseorang akan lebih menikmati tidurnya daripada bangun tidur untuk mengerjakan shalat malam. Hal ini terjadi karena seseorang belum merasakan nikmatnya shalat malam.
Lantas bagaimana ketika manusia mengikuti bujukan dan rayuan iblis?
Sebagaimana dalam firman Allah Swt berikut ini:              
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang zalim itu mendapat sikasaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22).
Sungguh nyata bahwa janji iblis itu hanya palsu. Iblis membisikan dan merayu manusia untuk bersekutu dengannya agar kelak bersama-sama tinggal di neraka. Kerugian didapatkan manusia yang membuat perjanjian dengan iblis, serta yang mengikuti langkah-langkah iblis.
Beberapa di daerah kota kecil masih sering ditemui beberapa masyarakat mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat. Tempat yang diyakini mampu memberi bantuan berupa solusi mendapatkan kekayaan, jabatan, jodoh maupun kepentingan lain, ramai didatangi banyak orang. Terlebih disaat ekonomi masyarakat sedang terpuruk.

Jelas sudah kondisi seperti ini merupakan bagian dari perbuatan mendekatkan diri kepda iblis. Perlu cara agar diri setiap masing-masing pribadi terhindar dari bujuk rayu iblis. Berikut ini beberapa cara agar kita terhidar dari bujuk rayu iblis:
1.      Memperbanyak dzikir (mengingat Allah)
2.  Mengerjakan shalat wajib tepat waktu dan mengerjakan shalat sunat yang    menyertainya
3.      Makan dari hasil mencari rejeki dengan cara yang halal
4.      Membaca Al-quran
5.      Tidak tergesa-gesa dalam melakukan setiap urusan dan selalu berhati-hati
6.      Mendengarkan hati nurani
7.      Menjalankan puasa wajib maupun sunah
8.      Tidak mendatangi tempat yang mengundang atau menyediakan maksiat
9.      Selalu dalam keadaan suci (berwudhu)
10.  Menjaga pandangan terhadap lawan jenis

Sunday, September 27, 2015

HIKMAH ALAM KUBUR


Ketika masa hidup di dunia sudah habis, datanglah malaikat penjabut nyawa menghampiri. Malaikat penjabut nyawa mengambil ruh dari jasad yang sudah ditempatinya.
Kematian menjadi babak baru dari perjalanan menuju alam kubur. Di dalam alam kubur sendiri, seseorang yang telah meninggal bisa terlepas dan bisa mendapatkan azab kubur. Azab kubur terjadi karena perbuatan seseorang semasa hidup di dunia.
Sebagaimana diwasiatkan oleh Rasulullah Saw, bahwa pelaku maksiat akan mendapatkan azab kubur. Berikut ini adalah beberapa perbuatan yang dilakukan seseorang ketika masih hidup di dunia yang menyebabkan dirinya mendapatkan azab kubur:
1.      Orang yang tidak bersuci setelah buang air kecil.
2.      Orang yang mengadu domba dengan kebohongan.
3.      Orang yang berbuat ghulul (mengambil ghanimah yang bukan haknya).
4.      Orang yang berbuat kebohongan.
5.      Orang yang membaca Al-qur’an, tetapi tidak mengamalkannya.
6.      Orang yang berbuat zina.
7.      Orang yang memakan harta hasil riba.
8.      Orang yang suka berhutang, tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari kejadian yang dalam fase alam kubur. Apabila seseorang yang masih diberi keberuntungan berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kelapangan terkait kebaikan. Maka dirinya dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang dapat menyelamatkan dari azab kubur, serta menghindari perbuatan yang mendatangkan azab kubur.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari alam kubur sebagai berikut:
1.      Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud.
2.      Kubur tempat yang sempit, perluaslah dengan silaturahmi.
3.      Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat Al-qur’an.
4.      Kubur tempat binatang menjijikan, racunilah dengan amal shadaqoh.

5.      Kubur tempat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan mengucapkan “La ilaha illallah”.

Thursday, July 2, 2015

Penyebab Suul Khotimah


Kebalikan dari khusnul khatimah yaitu suul khatimah, yaitu orang yang meninggal dalam keadaan celaka atau rugi. Meninggal dalam keadaan suul khatimah dapat dipastikan akan mendapatkan balasan berupa hukuman pada hari pembalasan.
Sungguh rugi orang yang meninggal dalam keadaan suul khatimah. Penyesalan yang dialami tidak bisa diganti dengan apapun. Kehidupan di dunia yang telah lalu diisi dengan menabur dan melaksanakan kemaksiatan akan berbuah petaka.
Agar terhindar dari kerugian maka harus menghindari beberapa penyebab seseorang dapat meninggal dalam keadaan suul khatimah, yaitu sebagai berikut:
a.    Banyak melakukan kesyirikan.
b.    Menunda taubat.
c.    Memiliki panjang angan-angan.
d.    Bergelimang maksiat.
e.    Berprasangka buruk kepada Allah ketika mengalami suatu musibah.
f.     Sangat mencintai keduniaan.
g.    Banyak melakukan kegiatan yang sia-sia (tidak berguna).