Saturday, January 30, 2016

Enam Pertanyaan Imam Al Ghozali


Suatu ketika berkumpulah Imam Al Ghozali beserta murid-muridnya. Pada kesempatan itu, Imam Al Ghozali memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya. Pertanyaan yang akan membuat orang berfikir bahwa pertanyaan tersebut merupakan nasehat.
1.      Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?
Beberapa murid menjawab dengan jawaban yang beragam, ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Bahwasannya jawaban yang diberikan oleh para murid-murid Imam Al Ghozali adalah benar, akan tetapi ada yang paling lebih dekat dengan kita, yakni “Kematian”. Sesuai dengan firman Allah Swt dalam Surat Ali Imran, ayat 185 “setiap jiwa pasti akan merasakan mati”.
2.      Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini?
Banyak jawaban yang diberikan oleh para murid Imam Al Ghozali, ada jawaban negara china, bulan, matahari dan bintang-bintang. Beliau menjelaskan kepada para murid-muridnya bahwa jawaban yang mereka adalah benar. Namun yang paling jauh dari kita adalah “Masa Lalu”. Apa yang terjadi dimasa lampau tidak dapat diulangi kembali ataupun diperbaiki, sekiranya dari kita menjadikan masa lalu sebagai sebuah pembelajaran menuju kebenaran.
3.      Apa yang paling besar di dunia ini?
Beragam jawaban muncul dari para murid Imam Al Ghozali, ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Sekali lagi Imam Al Ghozali menjelaskan kepada para muridnya bahwa jawaban mereka benar, namun menurut beliau ada yang lebih besar lagi di dunia ini dibandingkan jawaban yang tadi diberikan, yaitu “Nafsu”.
4.      Apa yang paling berat di dunia ini?
Kembali jawaban yang diberikan oleh para murid Imam Al Ghozali beragam, dan beliau sepakat dengan jawaban yang diberikan oleh para muridnya benar. Sekali lagi Imam Al Ghozali memberikan jawaban yang lebih tepat tentang yang paling besar didunia ini, yaitu “Amanah”. Banyak orang gila jabatan, terobsesi akan kedudukan dan memberikan janji manis kepada pendukungnya. Namun berapa orang yang mampu menjalankan amanah yang dia emban? Jangankan amanah, berapa banyak pemimpin atau orang berkedudukan berlaku adil dan memenuhi janji yang dia ucapkan?
5.      Apa yang paling ringan di dunia ini?
Kapas, angin dan debu adalah jawaban yang keluar dari para murid Imam Al Ghozali. Sekali lagi, beliau membenarkan jawaban para muridnya. Akan tetapi menurut beliau ada yang lebih ringan di dunia ini dibandingkan jawaban tadi, yaitu “Meninggalkan Sholat”. Seberapa sering diri kita sholat tepat waktu? Seberapa sering sholat lebih utama daripada pekerjaan? Begitu mudahnya diri kita mementingkan kegiatan yang sedang dijalankan daripada mengerjakan sholat tepat waktu. Banyak saudara-saudara kita menghabiskan waktunya untuk mencari uang tanpa sedikitpun meluangkan waktu untuk sholat. Hanya bekal dunia yang dicari, sedangkan bekal kehidupan kekal diakhirat dilupakan begitu saja.
6.      Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Mendengar jawaban yang diberikan para muridnya dengan kompak menjawab pedang, sekali lagi Imam Al Ghozali membenarkan jawaban tersebut. Tapi menurut beliau ada yang lebih tajam daripada pedang, yaitu “Lidah Manusia”. Ucapan lisan sering menyakitkan hati, terlebih ucapan yang keluar dari mulut kita sering tanpa sadar melukai hati orang lain. Agar selamat di dunia dan akhirat haruslah selalu menjaga lisan yang diucapkan.

Thursday, December 31, 2015

Mencintai dan Mengikuti Rasul Saw


Panutan umat muslim agar selamat dunia akhirat ialah mengikuti cara hidup Rasulullah Saw. Tindakan dan perilaku beliau harus ditiru mengingat kita hidup didunia dianjurkan berpegang teguh pada Al-quran dan Al-Hadist, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini.
Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul agar kalian dirahmati.” (QS. Ali ‘Imran: 132).
Berdasarkan ayat diatas sangat jelas bahwasannya ketika manusia mengaku mencintai Allah, maka dirinya juga harus mencintai Rasul. Cinta yang dimaksud bukan hanya diucapan semata, akan tetapi cinta dalam bentuk sebenar-benarnya. Kesungguhan dan kebenaran cinta kepada Rasulullah Saw dapat dilihat sebagaimana berikut ini.
1.      Mempelajari dan menjalankan sunnahnya
Ada banyak sunnah nabi Muhammad Saw yang bisa kita pelajari, namun agar terhindar dari kesalahan perlu kita memilih mana hadis yang sangat sahih, sahih, lemah dan yang palsu. Beberapa hadis palsu sengaja disebarkan agar umat nabi mengalami kesesatan, oleh sebab itu alangkah baiknya ketika kita mempelajari hadis ada pembimbing yang mengajarkan dan menjelaskan.
2.      Mengikuti ucapan dan tindakan
Ucapan Rasulullah Saw yang kita ikuti mampu menjaga kita dari api neraka. Selain kehidupan akhirat, ucapan Rasulullah Saw yang kita teladani bisa menjaga kehidupan kita didunia. Kehidupan didunia bisa terlihat dari bagaimana kita menjaga silaturahmi, bertetangga ataupun menyampaikan pendapat dalam suatu forum.
3.      Mencintai Al-qur’an
Al-qur’an adalah wahyu yang diterima oleh Rasulullah Saw yang datangnya dari Allah SWT. Kitab suci Al-quran merupakan warisan terpenting bagi umat muslim diseluruh dunia. Segala tatacara, ilmu, informasi, hukum dan lain-lain terdapat dalam Al-qur’an. Istimewanya, Al-qur’an tak pernah lekang oleh jaman, baik masa dahulu, sekarang maupun masa mendatang, Alqur’an tetap pas dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan kitab buatan manusia yang bisa diamandemenkan berdasarkan kondisi sekarang.
4.      Belas kasih kepada sesama umat Rasulullah Saw
Hidup di dunia tidak akan mampu hidup sendiri, perlu adanya teman, saudara, kelompok atau orang lain untuk berbagi. Kebersamaan dalam bermasyarakat akan menjaga hubungan dengan sesama manusia, terlebih dengan umat Nabi Muhammad Saw. Saling nasihat menasihati dan tolong menolong, mampu menghindarkan umat dari kesalahan yang menjerumuskan dan mampu mengentas kesedihan orang lain.
5.      Menghindari dan menjauhi larangan Rasulullah Saw
Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7 sebagaimana berikut ini.
Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah, maka bertaqwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7).


Monday, November 30, 2015

Salah Satu Doa dan Mutiara Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani adalah sebagai berikut.
“Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada imam dan umatnya, pemimpin dan rakyatnya, dan luluhkanlah hati mereka semua untuk mencintai kebaikan, kokohkanlah hubungan diantara mereka. Ya Allah, Hanya Engkau yang mengetahui rahasia hati kami, maka baguskanlah hati itu untuk kami. Hanya engkau yang mengetahui betapa besar dosa kami, maka ampunilah dosa-dosa kami. Janganlah Engkau melihat kami pada saat kami melakukan perkara yang Engkau larang, dan janganlah Engkau menghilangkan kesempatan kami untuk melakukan apa yang Engkau perintahkan. Ya Allah, berikanlah kami kejayaan atas apa yang Engkau perintahkan dan janganlah Engkau hinakan kami dengan maksiat. Jadikanlah kami orang yang selalu ingat kepada-Mu dan melupakan selain Engkau. Ya Allah, hilangkanah segala rintangan yang menghambat kami untuk menuju kepada-Mu. Ya Allah, berikanlah kami ilham agar kami berdzikir kepada-Mu dengan bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya ibadah. Tiada Tuhan selain Allah, apa yang dikehendaki Allah, niscaya akan terjadi. Tiada daya upaya, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Janganlah Engkau timpakan kelalaian kepada kami dan janganlah Engkau timpakan tipu daya kepada kami.”
Berikutnya adalah beberapa hikmah dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang bisa menjadi penyegaran bagi umat Islam.
1.      Mata air yang paling menyegarkan bagi orang yang akalnya kehausan adalah mata air dzikir dan tauhid.
2.      Hembusan angin yang sangat diperlukan bagi orang yang hatinya sedang keracunan adalah buaian kemesraan Allah Swt.
3.      Jika engkau berdzikir dengan lisan yang memuji akan keindahan ciptaan-Nya, niscaya Dia akan membuka hatimu yang terkunci.
4.      Jika engkau berdzikir dengan hatimu, niscaya Dia akan mendekatkan dirimu kepada rahmat-Nya.
5.      Tidak akan tahu kebesaran-Nya, melainkan orang yang khusuk dalam dzikirnya.
6.      Dzikir adalah ruh yang terhembus dari taman surga.

7.      Wirid sanjungan kepada-Nya tidak akan terucap keluar, melainkan dari  (lidah) hamba-Nya yang mukmin.

Friday, October 9, 2015

Kutbah Iblis


Kemaksiatan merupakan jala yang ditebar oleh iblis untuk menggoda manusia masuk dalam jeratannya. Umpan yang digunakan adalah kenikmatan sesaat di dunia. Tatkala manusia sudah terbujuk rayuan iblis dan menjauh dari keimanan, maka ketersesatan manusia dalam lembah hina semakin terbuka.
Bujukan dan rayuan iblis lebih menggoda dari pada mempertahankan keimanan. Segala hal kenikmatan yang bertentangan dengan agama membuat pelakunya nyaman didalamnya. Sedangkan keimanan akan identik dengan hal yang berat, hal ini disebabkan karena tingkat keimanan seseorang masih rendah.
Sebagai contoh saat sepertiga malam, seseorang akan lebih menikmati tidurnya daripada bangun tidur untuk mengerjakan shalat malam. Hal ini terjadi karena seseorang belum merasakan nikmatnya shalat malam.
Lantas bagaimana ketika manusia mengikuti bujukan dan rayuan iblis?
Sebagaimana dalam firman Allah Swt berikut ini:              
Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang zalim itu mendapat sikasaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22).
Sungguh nyata bahwa janji iblis itu hanya palsu. Iblis membisikan dan merayu manusia untuk bersekutu dengannya agar kelak bersama-sama tinggal di neraka. Kerugian didapatkan manusia yang membuat perjanjian dengan iblis, serta yang mengikuti langkah-langkah iblis.
Beberapa di daerah kota kecil masih sering ditemui beberapa masyarakat mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat. Tempat yang diyakini mampu memberi bantuan berupa solusi mendapatkan kekayaan, jabatan, jodoh maupun kepentingan lain, ramai didatangi banyak orang. Terlebih disaat ekonomi masyarakat sedang terpuruk.

Jelas sudah kondisi seperti ini merupakan bagian dari perbuatan mendekatkan diri kepda iblis. Perlu cara agar diri setiap masing-masing pribadi terhindar dari bujuk rayu iblis. Berikut ini beberapa cara agar kita terhidar dari bujuk rayu iblis:
1.      Memperbanyak dzikir (mengingat Allah)
2.  Mengerjakan shalat wajib tepat waktu dan mengerjakan shalat sunat yang    menyertainya
3.      Makan dari hasil mencari rejeki dengan cara yang halal
4.      Membaca Al-quran
5.      Tidak tergesa-gesa dalam melakukan setiap urusan dan selalu berhati-hati
6.      Mendengarkan hati nurani
7.      Menjalankan puasa wajib maupun sunah
8.      Tidak mendatangi tempat yang mengundang atau menyediakan maksiat
9.      Selalu dalam keadaan suci (berwudhu)
10.  Menjaga pandangan terhadap lawan jenis

Sunday, September 27, 2015

HIKMAH ALAM KUBUR


Ketika masa hidup di dunia sudah habis, datanglah malaikat penjabut nyawa menghampiri. Malaikat penjabut nyawa mengambil ruh dari jasad yang sudah ditempatinya.
Kematian menjadi babak baru dari perjalanan menuju alam kubur. Di dalam alam kubur sendiri, seseorang yang telah meninggal bisa terlepas dan bisa mendapatkan azab kubur. Azab kubur terjadi karena perbuatan seseorang semasa hidup di dunia.
Sebagaimana diwasiatkan oleh Rasulullah Saw, bahwa pelaku maksiat akan mendapatkan azab kubur. Berikut ini adalah beberapa perbuatan yang dilakukan seseorang ketika masih hidup di dunia yang menyebabkan dirinya mendapatkan azab kubur:
1.      Orang yang tidak bersuci setelah buang air kecil.
2.      Orang yang mengadu domba dengan kebohongan.
3.      Orang yang berbuat ghulul (mengambil ghanimah yang bukan haknya).
4.      Orang yang berbuat kebohongan.
5.      Orang yang membaca Al-qur’an, tetapi tidak mengamalkannya.
6.      Orang yang berbuat zina.
7.      Orang yang memakan harta hasil riba.
8.      Orang yang suka berhutang, tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari kejadian yang dalam fase alam kubur. Apabila seseorang yang masih diberi keberuntungan berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kelapangan terkait kebaikan. Maka dirinya dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang dapat menyelamatkan dari azab kubur, serta menghindari perbuatan yang mendatangkan azab kubur.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari alam kubur sebagai berikut:
1.      Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud.
2.      Kubur tempat yang sempit, perluaslah dengan silaturahmi.
3.      Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat Al-qur’an.
4.      Kubur tempat binatang menjijikan, racunilah dengan amal shadaqoh.

5.      Kubur tempat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan mengucapkan “La ilaha illallah”.