Wednesday, November 30, 2016

Strategi Bersaing Perusahaan Kecil


Perusahaan baru atau perusahaan lama dipasar yang memiliki pangsa pasar kecil akan sulit bersaing dengan perusahaan dominan. Maka untuk meningkatkan laba, perusahaan perlu bersaing dengan perusahaan dominan. Perusahaan dominan dapat diartikan ketika perusahaan mampu menguasai 60%-70% penjualan. Harga jual barang atau jasa yang ditetapkan oleh perusahaan dominan lebih rendah dibandingkan dengan biaya produksi dan biaya operasional perusahaan baru maupun perusahaan kecil yang memiliki pasar kecil.
Peningkatan penjualan bagi perusahaan baru dan perusahaan lama yang memiliki penjualan rendah dapat dilakukan dengan beberapa strategi. Strategi yang diterapkan harus berdasarkan kemampuan perusahaan tersebut, terlebih perusahaan dominan akan lebih unggul dibeberapa hal. Maka strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan baru dan perusahaan kecil dalam menghadapi perusahaan dominan adalah dengan strategi berikut ini.
1.      Efisiensi biaya
Menekan biaya produksi dan biaya yang tidak perlu dapat menurunkan harga jual. Dengan harga jual yang relatif murah diharapkan dapat menarik konsumen baru maupun konsumen dari perusahaan dominan. Harga murah selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, meskipun belum tentu konsumen akan membeli kembali produk atau jasa tersebut.
2.      Segmen pasar tertentu (relung/niche)
Perusahaan dominan menguasai 60%-70% pasar, tetapi tidak semua pasar dapat dikuasai atau dilayani oleh pasar dominan. Selalu ada celah bagi perusahaan baru atau perusahaan kecil untuk memasuki segmen pasar yang belum dikuasai perusahaan dominan. Dengan celah pasar ini, perusahaan baru atau perusahaan kecil dapat mengembangkan produk dan jasanya yang berorientasi pada pertumbuhan.
3.      Atribut produk intangible (pelayanan)
Menyentuh yang tidak terlihat bisa menjadi strategi bari perusahaan baru atau perusahaan kecil, diantaranya dengan meningkatkan pelayanan. Seorang konsumen akan terpuaskan dengan apa yang dia rasakan meskipun tidak terlihat. Rasa puas akan membangkitkan minat bagi konsumen untuk membeli kembali.
4.      Diferensiasi produk

Produk yang khas atau ciri khusus dibandingkan dengan produk lain akan memiliki nilai lebih dihati konsumen. Produk differen identik dengan pasar yang kecil, tetapi dengan produk differen mampu menerapkan strategi harga yang lebih baik. Karena produk differen memiliki pesaing yang relatif kecil atau tidak ada.

Thursday, October 20, 2016

Manajemen Strategik


Mata kuliah manajemen strategik difokuskan kepada konsep strategi dan proses formulasi, formasi, implementasi dan evaluasi strategi. Cakupan pembahasan mata kuliah ini meliputi; penetapan arah atau visi strategik (misi, visi, nilai-nilai dan tujuan), analisis lingkungan eksternal, identifikasi sumberdaya dan kapabilitas internal, pengembangan dan pemilihan strategik baik tingkat korporat, bisnis maupun fungsional, implementasi dan eksekusi strategi; serta evaluasi dan pengendalian strategik. Mahasiswa dikembangkan untuk mempunyai kemampuan berpikir strategik, membuat keputusan strategik dan memandang berbagai isu bisnis dari perspektif perusahaan secara menyeluruh

Berikut materi - materi pada kuliah ini
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Pertemuan 3
Pertemuan 4
Pertemuan 5
Pertemuan 6
Pertemuan 7

Friday, September 30, 2016

Hukum Kepemimpinan

Lebih baik menjadi yang pertama daripada menjadi yang lebih baik
(Salah 1 dari 22 Hukum Tetap Pemasaran)

Dalam pemasaran terkadang orang lebih fokus untuk membuat produk yang lebih baik. Hal ini sering dilakukan oleh pemasar dalam meyakinkan calon konsumen melalui promosi yang dilakukan. Para pengiklan berlomba-lomba menampilkan sisi “baik” dari produk atau jasa yang ditawarkan.
Ingatan seseorang akan produk pertama akan membekas diingatan. Barangkali produk baru yang belum pernah beredar disuatu negara dan kemudian ada seorang pemasar memasuki pasar tersebut, maka produk yang pertama beredar bisa menjadi produk yang dikenal oleh masyarakat meskipun dalam perkembangannya akan muncul banyak produk lain yang beredar.
Ambil contoh produk air minum “Aqua”, pada tahun 1970-an “Aqua” dianggap gila dengan memasarkan air putih dalam kemasan. Karena ditahun tersebut air bersih masih tersedia melimpah di lingkungan sekitar. Orang ambil air langsung dari sungai untuk diminum ditahun 70-an merupakan hal yang lumrah dan kondisi airnya juga masih bersih.
Namun seiring berkembangnya industri dan perumahan, sungai-sungai yang melintasi kota sudah mulai tercemar. Berani dibuktikan, seandainya di hari ini atau ditahun 2016 ini ada orang yang mau meminum langsung air dari sungai, pastilah orang tersebut orang yang hebat dan tidak takut penyakit.
Kembali kasus Aqua tadi, saat ini meskipun banyak penyedia air putih kemasan dalam berbagai merek, pasti ketika orang beli akan menyebut nama Aqua. Padahal air minum yang dibeli belum tentu merek Aqua. Inilah salah satu keunggulan menjadi yang PERTAMA, daripada menjadi yang lebih baik.
Ada cara lain untuk meyakinkan bahwa yang pertama yang akan diingat.
·         Neil Armstrong adalah orang pertama yang berjalan di bulan. Siapa yang kedua?
·         George Washington adalah presiden pertama Amerika. Siapa yang kedua?
·         Bung Hatta adalah wakil presiden pertama Indonesia. Siapa yang kedua?
·   Dalam buku-buku romantisme akan ditanya “siapa cinta pertama Anda?” tidak ada pertanyaan kedua.

·        Anda akan ingat hari pertama kali masuk ke sekolah atau kampus. Bagaimana dengan hari kedua?

Thursday, August 11, 2016

Kelahiran Bayi


Sejatinya kelahiran bayi paling dinanti-nanti oleh pasangan baru. Tangis pertama yang terdengar di dunia mampu membuat senyum sanak saudara. Dalam kelahiran bayi ada beberapa hikmah yang dapat dipetik oleh orang tua atau kita (pembaca). Diantaramya sebagai berikut:
1.      Tidak bisa dan tidak punya apa-apa
Kelahiran bayi menyadarkan kita bahwa dulu berasal dari bayi yang belum bisa apa-apa. Seperti hukum keseimbangan, yang dulu tidak ada menjadi ada, sedangkan yang sekarang ada mungkin sedetik berikutnya telah tiada. Sebagai contoh, bahwa dulu ketika masih bayi, kita belum bisa apa-apa, sedangkan bertambahnya umur merubah bayi menjadi anak, remaja, dewasa dan tua. Tentu dengan bertambahnya umur manusia menjadi bertambah juga kemampuan yang dimiliki. Kembali kehukum keseimbangan tadi, manusia yang sudah tua pun akan kembali menjadi seperti bayi (pikun).
Amat penting bahwa dengan usia yang sekarang kita miliki (kemampuan) dengan bukti bisa membaca tulisan ini, berarti kita sudah melewati banyak hal dan memperoleh kemampuan dan pengetahuan yang baru. Sebelum kemampuan dan pengetahuan hilang, lebih baik kita isi kehidupan yang lebih bermakna (kebaikan).
2.      Terlahir sebagai anak manusia
Tidak ada bayi yang lahir dari batu atau dari pohon, bayi lahir dari rahim seorang ibu. Tentu dengan proses yang panjang sampai bayi itu lahit, dimulai dari setetes air (mani), berubah menjadi segumpal darah, terbentuk tulang, daging yang membungkus tulang dan ditiupkan ruh kepada calon bayi tersebut.
Dalam peniupan ruh ditetapkan empat hal: umur, susah senang, rejeki dan jodoh. Ketika bayi ini lahir akan dalam keadaan fitrah, tidak ada satu bayipun yang lahir langsung menanggung dosa. Sebelum mencapai usia baligh, anak tersebut masih dalam keadaan suci. Orang tuanyalah yang akan menjadikan bayi tersebut seperti apa.

Seorang bayi tak dilahirkan ke dunia ini melainkan ia berada dalam kesucian. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi yahudi, nasrani ataupun majusi.” (HR. Muslim)

Friday, July 29, 2016

DENDAM !!!


Minggu kedua ujian akhir di kampus sudah mendekati kata ‘selesai’. Artinya koreksi hasil ujian dan ‘membuat’ nilai harus segera dikerjakan. Dan, untunglah itu semua sudah dikerjakan.
Seperti ‘hari-hari libur’ biasa dihari kerja (kebanyakan orang akan berasumsi hari kerja dimulai senin sampai jum’at). Nah, dihari kamis nan libur ini, selalu dan selalu menyempatkan bersilaturahmi ke tempat Pak Min. Boleh dikata, beliau salah satu penjual buku ternama di Kota Hati Beriman. Dagangannya kumplit mulai majalah lama, buku kuno, bacaan anak SD sampai buku penunjang perkuliahan berbagai jurusan tersedia.
Disela obrolan ngalor ngidul, beliau menyodorkan sebuah majalah agak lusuh yang diambil dari beberapa tumpukan buku dan komik. Seperti permata yang muncul dari balik galian, “baca dulu, motivasi keren” singkat kata bapak dari dua anak ini.
Di cover depan tertulis dengan Jelas – DENDAM MENGHAMBAT REZEKI.
Ketika aku bolak balik halaman depan mencari daftar isi, beliau berkomentar lagi bahwa judulnya yang membuat beliau tertarik untuk membaca. Dan apakah isinya? Tentu beliau tidak akan membeberkan ketika buku tersebut masih aku pegang.
Satu halaman, dua halaman, mata mulai menjelajah tiap paragraf yang kian jauh, kian menggoda. Pak min pun tak hanya diam, disela-sela melayani karyawan, beliau berseloroh tentang keadaan Indonesia dibagian timur. Ya, sebagai penjual buku, beliau sering bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah. Dari situlah banyak informasi tentang kejadian yang terkadang tidak terekspos media.
Kembali ke majalah yang aku pegang, pokok bahasannya adalah bahaya dendam. Salah satunya tentang menghambat rezeki. Memang bahasan majalah tersebut melihat dendam dari sudut pandang agama. Ada banyak ayat Al-qur’an dan Al hadis yang menimpali judul tersebut.
Menurut saya pribadi, uhuk uhuk *batuk dibuat-buat agar terlihat serius*
Dendam yang tersimpan dalam hati manusia akan menguras pikiran dan energi. Bagaimana tidak, setiap orang yang dendam tentu akan memiliki rasa MARAH. Kemarahan yang terpendam atau sakit hati yang terpendam akan membuat pelakunya tidak bisa fokus dengan kegiatan yang dilakukan.
Sering kita dengar bahwa marah hanya buang-buang energi. Nah loh kalo sudah tahu hanya buang-buang energi, kenapa masih menyimpan dendam. Memang sakit hati yang diterima mungkin akan membekas atau bahkan mengukir dilubuk hati seseorang akan sulit untuk dilupakan atau dengan mudah memaafkan.
Kembali ke energi tadi, daripada dibuang percuma sia-sia hanya untuk sebuah penyakit hati yang benama DENDAM, lebih baik energi yang besar tersebut diubah ke hal yang positif.
Dendam Positif
Dendam bisa memberikan dampak positif atau negatif tergantung bagaimana orang tersebut menyikapi. Andai orang yang tersakiti mampu memaafkan tanpa menunggu permintaan maaf dari “pelaku”, “terduga”, “terdakwa” atau “tersangka”, maka orang tersebut selangkah lebih maju menuju ke arah yang positif.
Lantas, bagaimana kalau belum mampu memaafkan? Berarti Anda harus bersiap-siap jangan sampai energi terbuang percuma hanya karena dendam, diantaranya dapat melakukan beberapa kegiatan untuk menyibukan diri. Salah satu yang perlu dihindari adalah janganlah menyendiri, karena dengan menyendiri akan memunculkan pikiran-pikiran negatif yang lebih banyak.
Bagaimana merubah dendam kearah yang positif?
Jadikanlah rasa sakit, kecewa, sedih yang dirasakan sebagai penyemangat atau motivasi untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan. Energi yang tadinya berupa dendam, luapkanlah untuk mengejar cita-cita yang belum diraih. Buktikan bahwa Anda yang tersakiti bukanlah loser, tapi seorang beruntung karena pernah disakiti.
Sebuah kisah menarik dari negeri kaya akan minyak. Seorang remaja laki-laki harus bekerja membantu orang tuanya. Masa remajanya dihabiskan pada siang hari untuk bekerja, sedangkan malam untuk bersekolah. Tidak seperti remaja pada umumnya yang tiap menit atau detik digunakan untuk menghabiskan uang milik orang tuanya. Karena tidak semua keluarga yang tinggal negeri kaya akan minyak ini merupakan keluarga mampu.
Sebagai pekerja remaja dan kelas rendah, dirinya belum mampu membeli makanan untuk makan siang ataupun untuk membawa bekal. Karena setiap uang yang didapat selalu digunakan memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi remaja laki-laki tersebut harus sering-sering menahan lapar dan dahaga di tempat kerja.
Suatu ketika, si remaja ini bekerja di bawah terik matahari yang serasa membakar kulitnya. Disuatu tempat terlihat segelas minuman menyegarkan yang seteguk saja akan terasa melegakan tenggorokan. Dengan lunglai tapi penuh harap, remaja tersebut mendatangi pemilik minuman. Seorang bule gagah dengan tegas menolak memberikan minuman tersebut kepada dirinya.
Dengan omelan yang bernada keras, bule tersebut mencaci bahwa remaja rendahan seperti dirinya tidak pantas minum minuman selayaknya pegawai kelas menengah keatas. Mungkin karena atasan si remaja ini terbiasa ditambang minyak, jadi membuat mulut bule tersebut sangat licin mengeluarkan makian.
Hinaan dan makian yang diterima remaja tersebut membuat luka yang amat dalam dihati. Apabila sejak kecil tidak dididik dengan benar, mungkin remaja tersebut sudah terlibat perkelahian atas cacian yang diterima.
Sakit hati tersebut begitu membekas dan berubah menjadi dendam. Ya, dendam akan membalas segala hinaan dan makian yang diberikan. Dirinya dendam atas perlakuan yang diberikan. Beberapa hari menyimpan dendam yang membara, akhirnya dirinya sadar bahwa perlakuan yang didapatkan karena dirinya hanya remaja dari keluarga miskin yang harus ikut bekerja menanggung keluarga.
Remaja tersebut merenung, andai keadaannya tidak sepeti sekarang tentu dirinya tidak akan mendapatkan perlakuan sehina itu hanya karena segelas air.
Dendam yang membara karena keadaan, merubah remaja tersebut termotivasi untuk keluar dari kemiskinan. Energi dendam yang membara menjadi bahan bakar untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Hingga akhirnya, remaja tersebut lulus sekolah setingkat SMA dengan penuh susah payah. Nilai yang memuaskan mengantar dirinya mendapatkan bea siswa kuliah dijurusan perminyakan di Negara Barat.
Prestasi yang gemilang semasa kuliah, memuluskan dirinya masuk ke perusahaan minyak terbesar di Timur Tengah. Tidak membutuhkan waktu yang lama, yang tadinya hanya karyawan rendahan nyambi sekolah berubah menjadi direktur utama diperusahaan tersebut.
Lantas bagaimana nasib bule yang dulu menghina remaja tersebut?
Dunia seakan berbalik, yang tadinya atasan, sekarang si bule berubah menjadi bawahannya. Si bule merasa malu karena dulu pernah menghina remaja tersebut. Dengan gugup bule tersebut meminta maaf atas perlakuan di masa lalu dan memohon kejadian di masa lalu tidak dijadikan alasan untuk membalas di masa sekarang.
Jawaban remaja yang kini jadi direktur diluar dugaan si bule, “Saya berterima kasih karena dulu sudah dihina. Memang hinaan tersebut sungguh menyakitkan. Jujur saja saya ketika itu menjadi dendam untuk membalas semua perlakuan yang diterima. Tapi saya bisa menjadikan dendam tersebut kearah yang positif untuk menjadi motivasi merubah nasib”.

Prestasi kerja yang bagus tidak hanya menjadi direktur perusahaan minyak terbesar, tetapi juga diangkat sebagai menteri di Negara dirinya tinggal.