Sunday, March 15, 2015

Abdullah bin Hudzafah


Salah satu sahabat Rasulullah SAW yang membuktikan cinta kepada Allah SWT adalah Abdullah bin Hudzafah. Perjuangannya benar-benar nyata, hal ini membuat dirinya layak untuk diteladani. Sejatinya segala godaan maupun siksaan tidak merubah pendirian Abdullah bin Hudzafah keluar dari Islam.
Suatu ketika Raja Romawi menanyakan keseluruhan tawanan yang dimiliki. Jumlah tawanan yang ada mencapai ratusan. Salah satu diantaranya Abdullah bin Hudzafah. Raja menanyakan tentang ada tidaknya tawanan yang merupakan sahabat Rasulullah.
Berdasarkan informasi yang didapat menunjuk salah satu sahabat Rasulullah adalah dirinya, akhirnya Raja memanggil Abdullah bin Hudzafah.
“Tinggalkanlah agamamu” kata Raja.
Maka Abdullah bin Hudzafah pun menjawab “Tidak akan aku tinggalkan agamaku, meski engkau akan memotong tubuhku.”
Karena begitu penasaran dengan iman Abdullah bin Hudzafah, maka Raja mengujinya, “Bagaimana jika kekuasaanku separuhnya ku serahkan kepadamu wahai Abdullah bin Hudzafah?”
Dengan tegas Abdullah bin Hudzafah berkata, “Meski engkau berikan kepadaku segala kekuasaan diseluruh muka bumi hanya untuk meninggalkan agamaku sekejap saja, aku tak akan mau.”
Kesal dengan jawaban Abdullah bin Hudzafah, maka Raja mengancam akan membunuhnya. Akan tetapi jawaban dari Abdullah bin Hudzafah sungguh mengejutkan.
“Selamat datang, wahai Kekasihku. Sungguh aku sudah mengharapkan pertemuan ini sejak lama.” kata Abdullah bin Hudzafah sambil tersenyum.
Akhirnya Raja memerintahkan anak buahnya untuk segera mengeksekusi Abdullah bin Hudzafah. Raja mengharapkan sahabat nabi tersebut tidak mati dengan cepat, akan tetapi di siksa terlebih dahulu.
Raja meminta anak buanhya untuk membidik Abdullah bin Hudzafah dibagian tangan dan kaki. Raja yakin, ketika anak panah menancap dianggota tubuhnya, akan membuat Abdullah bin Hudzafah menyerah, memohon ampun dan meninggalkan Islam.
“Aku akan bertemu dengan Allah SWT..” kata Abdullah bin Hudzafah berulang-ulang saat anak panah mengenai tubuhnya.
Semakin kesal Raja dengan kelakuan tawanannya yang sedang dieksekusi pelan-pelan. Raja memerintahkan untuk menyiksa dengan cara yang lain. Cara yang dianggap lebih menyakitkan.
Segera anak buah Raja mempersiapkan air mendidih yang dicampur minyak. Untuk menguji kedasyatan siksaan tersebut, diambil dua orang tabi’in dari tahanan. Dihadapan Abdullah bin Hudzafah, kedua tabi’in  tersebut dimasukan kedalam air mendidih bercampur minyak. Dengan sekejab, kedua tabi’in tersebut meninggalkan.
Melihat dasyatnya siksaan tersebut, Raja segera menyuruh anak buah untuk memasukan Abdullah bin Hudzafah kedalam air mendidih bercampur minyak.
Berikutnya yang terjadi membuat semua orang terkejut, Abdullah bin Hudzafah akhirnya menangis. Salah satu anak buah Raja melapor tentang keadaan Abdullah bin Hudzafah.
“Sungguh mengagumkan, apa yang membuatmu menangis? apakah berubah pikiran dan akan keluar dari agamamu?
“Tidak! Demi Allah.” Jawab Abdullah bin Hudzafah. “Aku menangis karena berfikir bahwa akan segera bertemu dengan Allah SWT. Padahal aku berharap memiliki nyawa sebanyak rambut yang ada ditubuhku, sehingga nyawaku akan tercabut satu per satu seiring perjuangan di jalan Allah SWT.”

Sungguh mulia harapan Abdullah bin Hudzafah, apakah diantara kita sebagai umat muslim sudah berjuang dijalan Allah SWT?  Apakah nyawa yang dimiliki sudah membawa tubuh kejalan kebenaran? Atau apakah justru membawa kedalam kesesatan?

Saturday, March 7, 2015

Lima Syarat Karyawan Smart



Perusahaan mampu meraih kesuksesan ketika memiliki karyawan yang cerdas. Dengan kemampuan yang dimiliki, karyawan dapat berkerja secara cerdas. Peran manajer atau pemimpin dalam menyusun karyawan amatlah penting, terutama mengetahui beberapa syarat yang harus dimiliki karyawan agar mampu bekerja cerdas. Berikut ini syarat-syarat yang diperlukan agar karyawan bekerja cerdas.
a.    Specific
Karyawan yang cerdas dapat menyusun rencana dengan spesifik. Pengetahuan karyawan akan semua komponen pendukung maupun peralatan terkecil harus dimiliki, semua itu sebagai syarat untuk mendapatkan mutu yang baik terkait produk atau jasa yang dihasilkan.
Karyawan bisa mengetahui secara spesifik membutuhkan waktu untuk mempelajari. Selain itu karyawan juga membutuhkan adaptasi terkait hal-hal yang baru sampai dirinya memahami segala sesuatu secara mendetail.
b.    Measurable
Karyawan cerdas wajib mampu mengukur dirinya sendiri atau karyawan lain, serta produk maupun jasa yang dihasilkani. Hal ini terkait dengan kemampuan perusahaan untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan. Ketika karyawan dibagian perencanaan menyusun kegiatan, maka hal pertama yang sesuaikan adalah sumber daya yang ada.
Kemampuan dalam mengukur dibutuhkan dalam menyusun dan menjalankan strategi. Secara sadar, karyawan cerdas akan mengetahui sejauh mana dirinya bekerja, serta seberapa jauh rencana yang disusun dapat tercapai.
c.    Attractive
Keinginan karyawan untuk mendapatkan tantangan mutlak dibutuhkan. Ketika karyawan menyukai tantangan, artinya dalam dirinya ada sebuah keinginan besar yang harus dicapai. Ketika target tinggi ditetapkan oleh perusahaan, maka karyawan akan menganggap sebagai sebuah tantangan yang menyenangkan.
Berbeda halnya dengan karyawan yang tidak menyukai tantangan, mereka cenderung mencari aman dan takut mengambil resiko. Kemajuan perusahaan bisa tertunda apabila memiliki karyawan yang cenderung mencari aman atau tidak menyukai tantangan.
d.    Realistic
Harapan besar atau impian setinggi langit boleh dimiliki oleh siapa saja, akan tetapi berfikir secara realisitis juga penting. Rencana yang tinggi atau target yang tinggi, bila tidak dihadapkan dengan pemikiran yang nyata akan menjadi kesia-sia-an belaka.
Karyawan cerdas memiliki pola pikir yang realistis. Segala perencanaan yang disusun adalah berdasarkan fakta dan kemampuan semua karyawan yang ada secara jujur.
e.    Time table

Karyawan cerdas akan mengatur waktu yang dimiliki untuk mengerjakan tugas secara efektif. Waktu yang digunakan tidak akan terbuang percuma, terutama saat tugas yang dibebankan sudah selesai dari waktu yang ditetapkan. Karyawan yang tidak dapat mengatur waktu dengan baik, akan mempengaruhi jalannya perusahaan. Apabila suatu barang atau jasa yang seharusnya telah selesai tetapi karyawan yang tidak bisa mengatur waktu dengan baik akan membuat proses berikutnya menjadi tertunda. 

Friday, March 6, 2015

Manajemen Operasional 2



Pada awalnya manajemen operasional dan produksi merupakan bidang manajemen yang kurang mendapat minat dan perhatian, baik oleh kalangan pengelola perusahaan maupun para calon sarjana di perguruan- perguruan tinggi. Alasan yang paling umum untuk itu adalah karena bidang operasi dan produksi dianggap hanya sebagai tempat atau bagian yang mengurusi kegiatan pengolahan yang sering hampir tidak dikaitkan dengan bidang-bidang manajemen lain seperti manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen sumber daya manusia. Namun demikian pada akhir- akhir ini keadaan tersebut mulai berubah. Jumlah pengelola perusahaan yang mendalami manejemen operasi dan produksi sudah semakin besar. Keadaan yang mulai berubah ini tentu saja ada kaitannya dengan semakin besarnya kesadaran akan makin pentingnya manajemen operasi dan produksi di dalam mendukung keberhasilan perusahaan
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mempunyai kompetensi : memahami perkembangan terbaru, permasalahan atau isu-isu penting (important issue) dalam manajemen operasional di Indonesia dan Internasional , memahami konsep dasar dan fungsi-fungsi manajemen operasional secara komprehensif, melakukan analaisis kasus (identifikasi masalah, tinjuan teoritis, dan rekomendasi solusi masalah) dengan menggunakan konsep dan metode-metode untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan manajemen operasional

Buku - Buku Referensi 

1. Manajemen Operasi buku 2 oleh Jay Heizer & Barry Render 

2. William J. Stevenson - Production/Operations Management

Materi - Materi Perkuliahan adalah sebagai berikut:
 1. Bab 1
 2. Bab 2 
 3. Bab 3
 4. Bab 4
 5. Bab 5
 6. Bab 6
 7. Bab 7
 8. Bab 8
 9. Bab 9

Knowledge Sharing



Pengetahuan seseorang terbatas oleh sumber informasi yang diterima. Dalam dunia bisnis, baik pemilik maupun karyawan akan disibukan dengan kegiatan yang menghabiskan waktu. Semua kegiatan tersebut berujung terhadap laba atau besaran keuntungan yang diharapkan.
Bekal ilmu yang diperoleh semasa kuliah maupun sekolah tidak cukup untuk menjalankan kegiatan bisnis. Pentingnya update pengetahuan sangat diperlukan untuk menunjang jalannya perekonomian masa sekarang. Salah satunya adalah dengan knowledge sharing.
Kesadaran akan knowledge sharing semata untuk kepentingan perusahaan, yakni meningkatkan kemajuan bisnis. Pemimpin perlu membagikan pengetahuannya kepada bawahan untuk mengilhami kondisi dan masa depan yang akan terjadi. Seseorang yang sudah lama memimpin sudah pasti memiliki pengalaman yang banyak, bisa membaca arus bisnis yang akan terjadi dimasa mendatang.
Sikap peka yang dimiliki pemimpin untuk membaca situasi bisnis, perlu dibagikan kesemua orang. Bukan hanya kepada karyawan, tetapi kepada semua pihak yang membutuhkan. Fungsinya adalah sebagai antisipasi bersama ketika akan mengadapi masalah. Dengan adanya knowledge sharing membuat ikatan antar individu menjadi lebih baik, rasa keterikatan yang terjalin menjadi semakin kuat.
Knowledge sharing bisa didapat juga dari seminar, workshop, town meeting dan mentoring session. Knowledge sharing  akan memberikan metode atau teknik yang secara konsisten menunjukan hasil yang baik atau sering disebut sebagai best practice.
Apabila best practice mampu diterima dengan baik, kegiatan bisnis dapat berjalan secara efektif dan efisien. Kinerja karyawan dalam proses produksi maupun pelayanan, mampu memberikan hasil yang maksimal. Tentu semua ini tidak diperoleh secara mudah, perlu kesadaran dari pemimpin dan bawahan untuk menyadari pentingnya knowledge sharing.
Best practice berasal dari dua sumber, yakni internal dan eksternal. Sumber internal perusahaan merupakan skill, pengalaman, know how dan kreatifitas. Keseluruhan bisa disebut sebagai human capital. Sedangkan sumber eksternal merupakan replikasi dan benchmarking  yang diperoleh dari orang lain. Replikasi yang didapatkan secara langsung dapat diaplikasikan kedalam bisnis yang dijalankan.
Berbagi pengetahuan tidak akan membuat seorang tersebut menjadi bodoh karena kehabisan pengetahuan, tetapi justru akan meningkatkan pengetahuan bagi pemiliknya. Semakin sering orang berbagi pengetahuan, maka akan mendapatkan pengetahuan baru dari orang lain. Selain itu juga akan termotivasi untuk mempelajari hal baru yang belum diketahui. Rasa kurang puas akan pengetahuan yang dimiliki, membuat orang tersebut terpacu mengejar berbagai pengetahuan.


Sunday, March 1, 2015

Manajemen Perubahan


Semua organisasi merupakan bagian dari sistem sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat itu sendiri memiliki sifat dinamis, selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Karakteristik masyarakat seperti itu menuntut organisasi untuk juga memiliki sifat dinamis. Tanpa dinamika yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Secara terus menerus organisasi harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di lingkungannya. Proses penyesuaian dengan lingkungan merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi organisasi modern. Kecuali perubahan yang bertujuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan, organisasi kadang-kadang menganggap perlu secara sengaja melakukan perubahan guna meningkatkan keefektifan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan. Karena sifat dan tujuan setiap organisasi berbeda satu sama lain maka frekuensi dan kadar perubahan yang terjadinya pun tidak selalu sama. Organisasi-organisasi tertentu lebih sering mengalami perubahan, sementara organisasi lain relatif  jarang melakukannya.
Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keahlian mahasiswa dalam memahami dampak perubahan dalam organisasi. Dalam kehidupan nyata, proses perubahan sering tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan dasar pengetahuan kepada mahasiswa tentang pentingnya perubahan dalam organisasi, faktor apa dalam organisasi yang perlu dirubah, bagaimana perubahan perlu dilaksanakan, siapa orang-orang yang terlibat dalam proses perubahan, kapan proses perubahan perlu dilakukan, dan aspek lain yang berkaitan dengan pengelolaan perubahan dalam organisasi
Buku yang digunakan
1.  Manajemen Perubahan - Dr. H. Ismail Nawawi Uha, MPA., M.Si.


2. The Kaizen Power - Masaaki Imai

3. Manajemen Perubahan - Drs. Nur Nasution M.Sc., APU

Materi Kuliah adalah sebagai berikut