Matahari
sudah mulai tergelincir ke arah barat, tengah hari sudah lewat. Jam tangan tag
heuer jenis grand carrera menunjukan jarum menit di angka dua. Kaca mata hitam
menghalau terik panas kota ini, kian hari makin panas. Asap hitam mengepul
keluar dari moncong kendaraan besar melaju ke arah barat. Sesuai jadwal, bus
yang ditunggu akan tiba sepuluh menit lagi di halte.
Beberapa
penumpang menutup muka dengan masker, terkadang tangan menjadi senjata untuk
menghalau debu yang berterbangan. Rata-rata penumpang yang menunggu di halte
ini adalah mahasiswi. Disebelah kiri, laki-laki yang berdiri dengan tangan
memegang uang itu dapat dipastikan bukan penumpang. Sedangkan disebelah kanan
bangku besi yang Aku duduki, seorang remaja laki-laki duduk membungkuk menatap
retakan lantai.







