Thursday, June 18, 2015

Mendidik Anak


Salah satu yang diinginkan dari pernikahan adalah berlanjutnya keturunan atau memiliki anak. Dalam era modern sekarang, dunia pendidikan menawarkan berbagai program pengembangan anak. Bekal ilmu dan pengetahuan semata untuk memenuhi tuntutan dimasa depan.
Selain guru di sekolah, orang tua merupakan penanggung jawab mutlak mendidik anak. Lantas apa saja yang dilakukan dalam mendidik anak? Berikut beberapa yang dapat dilakukan dalam mendidik anak:
a.    Mengajarkan untuk bersyukur
Anak di jaman sekarang adalah tipe penuntut. Diberbagai media, memberitakan berbagai kejahatan anak yang dilakukan untuk membeli barang-barang yang sedang ‘hits’ dikalangan anak muda. Bahkan, seorang anak tega membunuh ibunya hanya karena permintaan dibelikan sepeda motor ditolak. Kurangnya syukur akan membuat anak cenderung menuntut orang tua memenuhi segala keinginannya.
Allah Swt berfirman:
Mengapa Allah menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa’: 147).
b.    Beri contoh dan teladan
Anak merupakan peniru yang baik. Pepatah mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Apa yang dilakukan oleh anak, bisa jadi mencerminkan atau meniru orang tua. Hal ini bisa dilihat dari kebiasaan dalam keluarga yang dilakukan. Sangat penting memberi anak contoh yang baik, agar tertanam dasar-dasar yang baik.
c.    Hargai anak
Apa yang dilakukan anak patut dihargai oleh orang tua, terutama usaha atau perjuangannya. Ketika yang dihasilkan ternyata tidak memuaskan, orang tua tidak boleh menyalahkan. Justru yang dilakukan adalah mengevaluasi kelemahan anak dan memberi motivasi.
d.    Melatih anak untuk mandiri
Ketika usia anak sudah memasuki dunia sekolah, orang tua diharapkan mengajarkan kemandirian pada anak. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh anak dapat dilatih agar tidak bergantung kepada orang tua. Kemandirian pada anak mampu menciptakan kreatifitas dan keaktifan pada anak. Manja adalah penyebab anak menjadi malas, hal ini dapat dihindari dengan melatih mandiri.
e.    Menceritakan kisah tauladan
Kisah tauladan pada Nabi dan sahabat-sahabatnya bisa menjadi dasar tauladan yang baik. Ingatan pada anak pada usia dibawah 10 tahun masih sangat bagus. Seorang guru mengatakan ‘memberi ilmu ke anak seperti mengukir di batu’, begitulah gambaran yang diberikan ketika memberikan contoh tauladan pada anak.
f.     Memberi tanggung jawab
Selain mandiri, tanggung jawab juga perlu diberikan kepada anak. Tanggung jawab dapat melatih anak untuk belajar melakukan sesuatu dengan penuh keseriusan, kehati-hatian dan akan berusaha semaksimal mungkin. Tanggung jawab juga dapat membantu anak merawat dan menggunakan barang benar.
g.    Memberi kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan
Apa yang diinginkan oleh anak merupakan salah satu gambaran yang terbaik untuk dirinya. Orang tua tidak selamanya sebagai penentu dan pengambil keputusan. sebagai contoh ketika anak akan memilih sekolah atau bidang ilmu yang akan dimasuki. Orang tua tidak boleh memaksakan segala keiinginannya apabila anak memang tidak menyukai bidang ilmu yang diinginkan orang tua.
h.    Melatih interaksi secara nyata
Kemajuan internet membuat pergaulan anak hanya berada di dunia maya. Belum lagi, kemajuan gadget yang membuat anak betah berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain game. Interaksi sosial secara nyata dilingkungan akan membantu anak peka terhadap keberadaan sekitarnya. Permasalahan nyata dapat menjadi pelajaran berharga membantu anak belajar mengurai suatu permasalahan.

Categories:

0 comments:

Post a Comment