Friday, November 21, 2014

Bayi



Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Alloh pahala yang besar” (QS. At-Tagobun: 15)

Tangisan yang disambut senyuman adalah ketika bayi lahir ke dunia, baik orang tua, keluarga, kerabat maupun teman jauh akan suka cita ikut merasakan kebahagiaan. Dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan adalah penantian yang cukup panjang untuk menantikan kelahiran sang buah hati.

Segala persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum sang bayi lahir. Sang ibu kembali menjadi ratu dirumah tangga, sama ketika sang perempuan duduk dipelaminan. Semua orang akan memperhatikan, menjaga dan melayani sampai kelahiran sang bayi.

Kedatangan sang bayi ke dunia memberikan dampak yang luar biasa. Kelahiran sang bayi merupakan sebuah harapan sebagai penerus kedua orang tuanya. Baik penerus secara biologis maupun penerus keinginan dan cita-cita kedua orang tua. Kedatangan sang bayi ke dunia juga sebagai pelengkap keluarga. Keluarga didefinisikan sebagai satu kumpulan manusia yang mempunyai hubungan darah atau pertalian sah seperti perkawinan dan pengambilan anak angkat.

harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al-Kahfi: 46)

Bayi merupakan anugerah dari Sang Pencipta, salah satu bentuk titipan yang diberikan kepada manusia. Bahkan pepatah mengatakan “banyak anak, banyak rezeki”, semakin banyak memiliki anak, dipercaya rezeki keluarga juga meningkat. Orang tua sering berucap,  bahwa tiap anak membawa rezeki masing-masing.

Pada bulan Agustus  2008, Majalah Hello! Memajang foto eksklusif sang bayi kembar Angelina Jolie dan Brad Pitt yang bernama Konx dan Vivienne. Harga foto sang bayi kembar ini boleh dikatakan tidak murah, foto mereka dihargai US$14 Juta atau sekitar Rp 128 miliar. Begitu mahal dan berharganya sang bayi, membuat orang lain bersedia membayar sejumlah uang untuk foto sang bayi.
Pengaruh sang bayi terhadap lingkungan begitu terasa. Ketika sang ayah pulang bekerja, menghabiskan waktunya dikantor dengan membawa oleh-oleh rasa capek, seketika rasa capek yang dirasakan berkurang melihat sang bayi tertidur pulas. Jauhnya jarak maupun waktu tidak mengalangi kakek dan nenek untuk melepas rindu dengan kehadiran sang bayi. Beberapa orang tua berpendapat kasih sayang kakek dan nenek ke cucu lebih besar dibandingkan ke anak. Bahkan beberapa kasus orang tua yang tadinya tidak merestui pernikahan anak, merubah sikapnya setelah kelahiran cucu.

Tangisan sang bayi dimalam hari membangunkan orang tua segera beranjak dari rasa kantuk. Memberi susu, mengganti popok atau menimang sang bayi agar terlelap. Ketika tangisan sang bayi tiada henti membuat orang tua merasa cemas. Teramat besar perhatian dan tidak terukur rasa kasih sayang yang diberikan orang tua kepada sang bayi.

Orang merasa senang ketika melihat sang bayi, begitu lucu menggemaskan. Siapapun yang melihat akan merasa senang. Terasa kebahagiaan dari sang bayi menular, bisa dirasakan siapa saja baik yang mempuyai hubungan keluarga maupun tidak. Bahkan tergerak dari dalam hati untuk mendekati ataupun sekedar menggoda sang bayi. Tenang dan nyaman dapat dirasakan ketika berada dalam jarak yang dekat.

Dan orang-orang yang berkata ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa’” (QS. Al-Furqon: 74)

Dimata orang dewasa, sang bayi adalah tubuh kecil yang beraktifitas menangis dan tidur. Nyatanya dengan aktifitas minim tersebut, sang bayi mampu memberikan kebahagiaan. Tidak sedikit pasangan yang merasa kurang bahagia, ketika kehamilan yang ditunggu belum juga terjadi. Bahkan biaya yang besar dikeluarkan untuk memperoleh kehamilan yang di harapkan.

Adapula beberapa orang yang mengambil kesempatan menawarkan bayinya untuk dijual, mengetahui besarnya keinginan pasangan untuk memiliki anak. Bahkan beberapa dikota besar sudah terungkap sindikat perdagangan bayi. Peminatnya bukan dari dalam negeri saja, pasangan dari luar negeri berani membayar lebih mahal apabila sang bayi yang dijual sesuai dengan yang di inginkan.

Beberapa kasus kecelakaan di penjuru dunia yang melibatkan sang bayi, secara ajaib berhasil selamat dari maut. Sudah sangat banyak diberitakan kejadian yang menghebohkan ini. Begitu hebatkah sang bayi? Padahal bayi belum mampu berdiri maupun berjalan, masih tergantung terhadap peran orang lain. Tapi mengapa bayi mampu selamat dari beberapa kecelakaan yang terjadi.

Hai orang-orang yang beriman, peliharahlah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada meraka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At-Tahrim:6)

Kehadiran sang bayi ditengah-tengah keluarga bukan hanya menjadi kebahagian tetapi juga menjadi sebuah tanggung jawab. Sang bayi akan tumbuh menjadi anak, remaja dan dewasa. Baik buruknya ditentukan oleh peran orang tua. Ketika sang bayi tumbuh menjadi anak soleh dan solehah yang berbakti, bisa menjadi penyelamat ketika di akhirat. Begitu pula sebaliknya sang bayi juga bisa menjerumuskan orang tua masuk dalam siksa Alloh, apabila anak tumbuh tidak sesuai dengan ajaran agama.




Sang bayi adalah asset… tergantung orang tua menjadikan keuntungan atau kerugian.
Categories: ,

0 comments:

Post a Comment